Episode ini membahas berita-berita, tool-tool dan referensi yang saya anggap penting dan bermanfaat untuk diketahui. Saya kelompokkan menjadi Umum, Web Development & Open Source. Silakan sampaikan tanggapan anda untuk episode ini di komentar.


Daftar Isi


Dengarkan

Langganan podcast | Ikuti survey pendengar

Segmen

Ada yang terlewat? Silakan komentar di bawah ya.. Jangan lupa berlangganan podcast dan newsletter Developer Muslim. Lihat arsip edisinya di sana. Kalau suka sama pilihan artikel-artikelnya, kenapa ga langganan? :)

Transkrip

Catatan: Apa yang tertera dalam transkrip belum tentu sama persis dengan apa yang saya ucapkan di podcast.

Halo, apa kabar semuanya? Semoga sehat-sehat selalu. Lancar dan seimbang antara hak dan kewajiban. Gw pikir kayanya cuma itu ya dalam kehidupan. Oh iya, harus ada yang namanya kesabaran dan keteguhan juga ya, karena ga semua dalam hidup ini berjalan mulus sesuai rencana. Hehehe…

Makasih udah dengerin podcast ini, terutama buat lo yang masih setia. Untuk lo yang baru dengerin, podcast ini ngomongin seputar kehidupan developer, hal-hal yang dihadapi developer dan aktivitasnya dengan pihak-pihak yang biasa mereka hadapi, kaya manajer, desainer, client dan lain-lain. Sempat kepikiran untuk bahas yang off topik untuk membuka wawasan tapi tetap masih bisa bermanfaat untuk developer, tapi konsepnya belum matang jadi belum ada yang bisa gw kasih tahu di sini.

Gw mau singgung sedikit soal Survey Pendengar. Makasih banyak buat yang udah ngisi. Buat yang belum, tolong diisi. Gw perlu dukungan dari lo semua biar gw ada tanggapan dan gambaran dari pendengar gw. Kalo lo penasaran sama hasilnya, belum bisa ditarik kesimpulannya seperti apa karena bener-bener baru 2 orang yang ngisi. Jadi kalo lo senang dengerin podcast ini, harap sisihkan waktu untuk ngisi. Kalau ada pertanyaan / tanggapan untuk survei ini supaya dapat respon yang baik, silakan kirim email ke [email protected] atau DM di Twitter @devmuslimid.

Di episode ini gw mau bawain beberapa kabar seputar web development, open source dan lain-lain. Gw mulai suka sama segmen kabar-kabari karena itu memaksa gw juga untuk dapat wawasan sama apa yang baru dan informasi untuk berkembang. Semoga lo juga suka.

Umum

  1. CloudFlare bikin layanan DNS gratis yang lebih cepat dan aman dengan alamat 1.1.1.1. Banyak reaksi orang sama pengumuman ini. Yang aneh itu bukan pesimis akan diblok sama pemerintah, tapi menurut sebagian orang aksesnya masih agak lambat dibanding DNS lainnya. Nah, sebagai developer kita harus objektif dan cari tahu data perbandingannya. CleanBrowsing.org bikin tool / shell script sederhana untuk mengukur performa DNS. Bisa dijalanin di UNIX dan Windows dengan Linux subsystem. Gw sendiri belum cek karena ga merasa lambat pake 1.1.1.1.
  2. Hubungan developer dengan command line bervariasi. Meskipun lo nyaman dan sering berinteraksi sama command line, Olivier Lacan ngingetin kalo perintah cd yang dipakai untuk ganti folder itu buang-buang waktu lo dan emang itulah judul tulisannya, “cd is Wasting Your Time”. Dia jelasin di tulisannya dan mengenalkan sebuah tool namanya AutoJump. Agak susah jelasin cara kerjanya lewat audio, mending langsung baca tulisannya. Gw sendiri sempat pakai beberapa waktu tapi trus ganti tool yang fungsinya sama persis, namanya z. Lupa dulu alasannya kenapa.
  3. How to recognize burnout (and how to prevent it). Erica Lindberg nulis di blog-nya GitLab tentang cara menghindari burnout atau kondisi di mana lo terlalu cape sampai ga bisa beraktivitas.

    Bikin batasan-batasan yang jelas antara kerjaan dan rumah - Gw lagi berusaha untuk membatasi berapa hari gw kerja lebih dari 8 jam dengan menjadwalkan aktivitas luar di malam hari bareng teman-teman atau pasangan atau langsung aja blok kalender gw dan bikin reminder untuk waktu-waktu gw harus istirahat. Dan pas waktu istirahat, gw bikin seperti ritual gimana gw matiin komputer, keyboard, monitor dan lampu, supaya lebih susah juga untuk balik lagi ke komputer “untuk menyelesaikan 1 hal yang terakhir”.

Web Development

  1. Kent C. Dodds, seorang aktivis open source, trainer, Google Developer Expert dan seabrek aktivitas lainnya, baru nulis “Building Production Apps 100% in the browser” yang menceritakan bagaimana beliau bikin dan deploy 2 aplikasi ke production tanpa download kode sama sekali. Judul yang heboh dan gw sempat terkagum baca tulisannya. Berpotensi untuk bikin down dan merasa kita ketinggalan. Tapi gw berharap agar lo jangan sampai begitu. Untuk tulisan seperti ini, yang gw lakukan adalah menganalisa sebagai berikut:

    • cari tahu gimana beliau melakukannya
    • Library / tool apa yang koding 100% di browser itu jadi memungkinkan. Masukin tool / library ini ke daftar hal-hal yang akan lo coba / oprek dengan catatan tambahan kalau perlu. Misalnya beliau pakai CodeSandbox, itu fungsi utamanya apa.
    • Ambil benang merahnya. Di sini beliau sangat baik karena sudah menyebutkan sendiri di tulisannya: > Pas gw bikin ini, gw belajar sesuatu. Menurut gw, bikin sesuatu itu jadi cara yang terbaik untuk menentukan lo mau belajar apa. Kalau lo belajar dari konten / tulisan aja karena memang tersedia, ya gpp. Tapi itu susah untuk bikin pelajaran / konten itu ke konteksnya. Kalo lo lagi bikin sesuatu itu akan lebih banyak bermanfaat buat lo dan membekas lebih baik.

      Beliau melanjutkan,

      Jadi cobalah cari atau masalah kecil yang benar-benar lo atau orang-orang di sekitar lo hadapi, trus bikin sesuatu untuk menyelesaikan masalah itu. Lo akan belajar banyak.

  2. Glitch, tempat dan komunitas untuk bikin aplikasi, baru saja menghapus label “beta” nya dengan merilis versi 1.0. Kalau lo belum tahu, itu seperti CodePen atau JSFiddle di mana kita bisa nulis kode kita dan bisa share atau meneruskan punya orang lain. Bedanya, Glitch itu ga hanya frontend (HTML, JS & CSS), tapi fullstack dengan NodeJS. Kalo lo belum tahu, gw saranin untuk liat situsnya pas lagi luang. Jadi kalo lo punya waktu kosong sekitar 15 menit, browse proyek yang orang kerjain, lihat sourcenya atau oprek yang udah ada. Itu super keren banget. Ok, balik lagi ke beritanya, jadi bersamaan dengan itu, banyak fitur dan pengumuman-pengumuman yang menarik.

    • Glitch for Teams
    • Membuat belajar koding jadi lebih terjangkau dengan menambahkan fitur embed. Jadi aplikasi kita bisa di-embed ke halaman web.
    • Menangani masalah-masalah terbesar di web development dengan menambahkan fitur di antaranya “full-stack view source” dan Glitch Rewind yang konsepnya sama persis dengan Version Control.
    • Dan pengumuman yang ga kalah penting adalah mereka meng-open-source-kan Glitch.com! Glitch bener-bener makin menarik. Gw terpukau sejak pertama kali dengar Glitch. Dan sekarang mereka bikin development lebih terjangkau, lebih menarik dan lebih seru, ini semua akan berdampak ke komunitas di tahun-tahun yang akan datang.
  3. Mihai, bloger & java developer, nulis “Test Driven Rest”:

    Kalau kita sepakat bahwa RESTful API harusnya memberikan +/- kegunaan yang sama seperti UI, berarti kita bisa pakai test yang sama untuk UI automation dan API testing, dengan asumsi abstraksi dan hubungan yang kita buat di antara keduanya ini benar dan sesuai. Ini akan menjamin bahwa API itu navigable dan mengikuti prinsip HATEOAS.

    HATEOAS, untuk yang belum tahu, singakatan dari Hypermedia As The Engine Of Application State, yang maksudnya adalah aplikasi REST yang mengekspose state nya, di mana resource-nya dan bagaimana client bisa berinteraksi dengan resources itu, melalui hypermedia yang di embed di dalam response API-nya. Kelebihan dari prinsip ini adalah REST client ga perlu pengetahuan sebelumnya gimana berinteraksi dengan aplikasi / server melebihi pemahaman yang didapat dari hypermedia.

    Pada kenyataannya di lapangan HATEOAS ini sering ga diperhatikan. Balik ke penjelasannya si Mihai tentang testing:

    Code yang ngetest UI harusnya juga ngetest API-nya. Ini bisa dicapai kalau sang arsitek aplikasinya memperhatikan sama ngetest yang dilakukan terhadap kode aplikasinya, yang mana ga selalu begitu keadaannya.

    Mending langsung liat artikelnya karena ini menarik. Dia kasih contoh code testing API nya GitHub.

  4. Tau ga sih kalau DevTools yang ada di Chrome itu bisa melakukan banyak hal? Kalau lo merasa udah banyak tahu, gw tantang lo untuk baca kumpulan tip dan trik dalam memakai Chrome DevTools, mungkin ada hal baru yang belum lo ketahui. Buat lo yang jarang pakai DevTools, kumpulan ini bisa jadi panduan lo untuk naik level sebagai web developer.

Open Source

  1. Dejavu – the missing web UI for Elasticsearch. Hari gini pake dashboard yang masih perlu loading tiap halaman dan submit form kayanya nggak banget, kurang cepat. Tim Appbase.io bikin web client untuk Elasticsearch karena bawaan web UI nya agak ketinggalan. Sangat bermanfaat untuk lo yang pakai Elasticsearch.

  2. Consola - an elegant console logger. Ini berupa module NPM yang berguna untuk mengeluarkan output yang bagus. Sekedar gambaran, Consola ini punya metode seperti info, success, error yang akan menyesuaikan dengan warnanya. Terus log / output juga bisa digrup, kita bisa mengkategorisasi saat kita mengeluarkan output. Misalnya log untuk proses CSS, test, atau proses lainnya. Ga hanya itu, ada juga yang namanya built-in reporter. Apa itu reporter? Silakan langsung aja baca README nya di Github.

  3. gron - makes JSON more greppable. Sebuah command line tool yang mengubah JSON menjadi discrete assignments supaya lebih mudah untuk melakukan perintah grep sesuai dengan kebutuhan kita dan bisa lihat path yang absolut ke data yang dicari melalui perintah grep tadi. Ini jelas akan mempermudah proses eksplorasi API yang memberikan file JSON yang sangat besar, namun dokumentasi yang jelek banget. Fungsi sebaliknya juga bisa. Jadi gron mengembalikan data yang sudah kita filter dengan grep menjadi format JSON. Ga kebayang? Silakan langsung ke TKP, link ada di catatan episode.

  4. Webdash - Orchestrate your web project. Webdash adalah proyek NodeJS yang memberikan Web dashboard untuk proyek aplikasi web. Pada dasarnya sesederhana itu sih. Kelebihannya dia punya sistem plugin jadi banyak plugin yang tersedia yang dibikin sama komunitasnya.

    Sebagai gambaran, jadi lo install webdash dan pluginnya sebagai devDependencies di proyek NodeJS lo, trus jalanin npx webdash serve.

    #webdash core (requires node >= 8)
    npm install --save-dev webdash
    #webdash plugins
    npm install --save-dev webdash-package-json webdash-npm-scripts
    #serve
    npx webdash serve
    

    Di antara pluginnya:

    • webdash-package-json untuk menganalisa package.json lo trus menampilkan modul2 NPM di dashboard, versi berapa yang terinstal. Dan ga cuma itu, dia juga meriksa ada versi terbarunya ga dan bisa diupdate langsung melalui interface webdash ini. Memang super keren.
    • webdash-npm-scripts yang akan menampilkan 3 npm script utama yang ada ke dashboard dan bisa dijalanin dari sana. Trus kalau ada lebih dari 3, sisanya juga bisa dijalanin melalui dropdown. Trus kalau skrip ini jalannya kelamaan, lo bisa batalin dari dashboard. Trus lo juga bisa lihat output dari perintah / script. Man, kurang apa, kurang apa lagi! Emang ga ada jarak antara developer dengan terminal. Tapi dengan tool ini, jelas lebih enak dipandang mata.

OK, itu aja yang bisa gw kumpulin untuk edisi kabar-kabari kali ini. Harap kasih komentar sejauh ini gimana kemasan kabar-kabari nya. Atau lo juga bisa kasih masukan dan tanggapan secara umum tentang podcast ini di [email protected] atau DM gw di Twitter @devmuslimid.

Jangan lupa kasih rating dan komentar yang bagus di Apple Podcast, Castbox, PlayerFM, Tune-In atau di manapun lo mendengarkan podcast ini.

Gw lagi bikin survei untuk pendengar. Tujuannya bener-bener supaya gw bisa lebih mengenal lo, lebih mikirin tema yang cocok untuk sebagian besar pendengar, terus melakukan perbaikan-perbaikan agar lebih bagus lagi isinya. Silakan ke devmuslim.id/survei

Baik, gw pamit dulu. Sampai di episode developer muslim podcast berikutnya insya Allah.

Berbagi itu Tanda Peduli

Jangan merasakan manfaat episode ini sendirian aja. Ayo sampaikan informasi ini ke teman-teman developer lainnya. Kasih rating & komentar yang bagus di layanan-layanan podcast ini. Saya juga senang sekali dapat tanggapan & komentar di bawah.


Kembali ke: