Berbagi pengalaman seru dan catatan-catatan Reydi Sutandang dari Scrum Day Bandung 2018.


Daftar Isi


Dengarkan

Langganan podcast | Ikuti survey pendengar

Segmen

Ada yang terlewat? Silakan komentar di bawah ya.. Jangan lupa berlangganan podcast dan newsletter Developer Muslim. Lihat arsip edisinya di sana. Kalau suka sama pilihan artikel-artikelnya, kenapa ga langganan? :)

Transkrip

Catatan: Apa yang tertera dalam transkrip belum tentu sama persis dengan apa yang saya ucapkan di podcast.

Halo, apa kabar? Semoga lo semua baik-baik. Tetap semangat sama semua hal positif yang lo kerjain dan optimis sama situasi yang mungkin kelihatannya heboh, yang mungkin seolah-olah dunia itu akan hancurlah, inilah, itulah. Hehehe… Gw ga bilang situasi sekarang ini itu baik dan bikin kita terlena. Cuma ya optimis aja dan tetap waspada sama hal-hal buruk yang bisa menimpa kita. Seberapa buruk kejahatan yang ada di dunia ini, akan selalu ada pihak-pihak yang memperjuangkan kebenaran dan melakukan perbaikan-perbaikan. Cuma ya itu tadi, kita harus tetap waspada.

Tenang-tenang, gw ga akan bahas lebih jauh. Gw cuma mau ngingetin aja cuy. Karena podcast Developer Muslim itu membahas semua hal yang berhubungan sama developer. Gimana mereka bisa produktif, berkembang ke arah yang sesuai dan berinteraksi sama orang-orang di sekitarnya.

Dan episode kali ini gw seneng banget, thrilled kalo kata orang putih, untuk menyajikan obrolan gw bareng Reydi Sutandang yang cerita apa yang dia dapetin dari Scrum Day Bandung 2018. Buat lo yang belum akrab sama Scrum atau Agile gpp, nanti gw kasih link referensinya di catatan episode. Dan karena ini sebagian besarnya itu cerita, gw saranin lo dengerin 10 menitan pertama, mudah-mudahan lo dapat wawasan yang bermanfaat di kemudian hari. Syukur-syukur tertarik, lo bisa telusuri referensinya di catatan episode. devmuslim.id/episode49. Atau lo bisa dengerin wawancara gw bareng panitianya di episode 40.

OK, jadi acaranya itu bener-bener sukses banget. Dari ceritanya aja gw udah bisa ngebayangin seperti apa. Karena umumnya kalo gw dateng ke konferensi seperti itu, termasuk sebagian yang di Singapur sekalipun, interaksi pesertanya itu ga seperti yang digambarkan sama Reydi. Kadang gw di konferensi lain sebagai peserta yg hadir dan baca hashtag acaranya di Twitter itu merasa seperti beda. Acaranya biasa-biasa aja, tapi orang pada heboh di Twitter. Ini tuh bener-bener antusias, banyak pertanyaan, wah pokoknya seru deh.

Baik, dengerin sendiri wawancaranya. Selamat menikmati!


Wawancara


OK itu tadi bagian pertama dari ceritanya Reydi datang ke Scrum Day Bandung 2018 pertengahan April lalu. Sengaja ga gw lanjutin karena takutnya terlalu banyak poin yang diambil sehingga poin-poin yang disebut di awal jadi ga dapat perhatian. Setidaknya gw pribadi akan merasa seperti itu sih. Jadi gw pengen kita bisa serap dulu apa yang diceritain di episode ini. Silakan telusuri lebih lanjut topiknya. Link dan materi yang dibahas bisa dilihat di devmuslim.id/episode49. Bagian kedua insya Allah akan dirilis 2 pekan lagi untuk kasih kesempatan sama pendengar-pendengar lain yang mungkin belum berminat sama topik Scrum / Agile ini. Kalo 2 episode berturut-turut bahas Scrum Day Bandung mereka harus nunggu 1 - 2 pekan. Jadi pekan depan insya Allah akan bahas topik lain yang ga kalah menarik. Tuh kan? Gw peduli banget sama kalian semua.

Kalau lo juga seorang manajer, gw saranin lo gabung ke komunitas Scrum / Agile. Nanti dari sana mereka akan bantu jawab pertanyaan2 seputar manajerial atau kasih tahu meetup di kota terdekat lo. Apapun itu, adalah sesuatu yang baik untuk bergabung ke komunitas, jangan sendiri-sendirian gitu. Kayanya gabung ke komunitas itu udah jadi jalur yang lumrah untuk sukses di pekerjaan lo. Kalau perusahaan sebesar BCA, sekelas Blue Bird dan perusahaan lainnya sudah mau membuka diri untuk berbagi pengalaman, ga ada alasan bagi siapapun untuk melakukan hal serupa. Apalagi tadi kita juga udah dengerin lingkungan bersaingnya sangat sehat antara Blue Bird dengan Go-Jek. Mereka masih bisa saling berbagi pengalaman. Ini juga yang bikin semua orang seneng. Ya ga sih..?

Kalo lo seorang aktivis di prinsip Agile, tertarik untuk bawa diskusi-diskusi seputar Agile ini ke dalam sebuah podcast, silakan hubungi gw. Gw akan coba bantu sebisa mungkin. Indonesia perlu podcast yang bahas hal-hal kaya gini supaya lingkungan kerja kita lebih baik dan kita bisa saling belajar dan lain-lain banyak lah. Ayo, siapapun anda, di manapun, gw ajak untuk bikin podcast. Setidaknya gw perlu domain knowledge lo. Untuk edit audio, website, atau apapun yang jadi halangan lo, insya Allah bisa gw usahain bantu. Pokoknya hubungi gw dulu, kita ngobrol, mudah2an dapat solusinya. Silakan sebarin informasi ini kalo lo kenal siapa aja yg akan cocok untuk ini.

Kalau lo suka sama cerita pengalaman datang ke meetup / konferensi / acara-acara seperti ini, lo bisa hubungi gw untuk wawancara. Atau kalo lo dalam organisasi / perusahaan yang mengutus developer lo ke acara-acara seperti ini, lo bisa minta gw wawancara mereka. Setidaknya lo bisa meningkatkan exposability perusahaan lo, kalo kerja di sana bisa ikut acara ini / itu misalnya. Ya detilnya bisa kita omongin lah. Intinya sih biar acara-acara besar kaya gini bisa dinikmati informasinya sama developer-developer lain di tanah air.

Atau siapapun lo yang punya ide abis dengerin episode ini, silakan email gw ke [email protected] atau DM gw di Twitter @devmuslimid.

Seperti biasa, Kalo lo seneng sama podcast ini, jangan lupa kasih rating dan komentar yang bagus di Apple Podcast, Castbox, PlayerFM, Tune-In atau di manapun lo mendengarkan podcast ini. Rating ini akan membantu teman-teman kita lainnya untuk tahu keberadaan podcast ini.

Baik, gw pamit dulu. Sampai di episode developer muslim podcast berikutnya insya Allah.

Berbagi itu Tanda Peduli

Jangan merasakan manfaat episode ini sendirian aja. Ayo sampaikan informasi ini ke teman-teman developer lainnya. Kasih rating & komentar yang bagus di layanan-layanan podcast ini. Saya juga senang sekali dapat tanggapan & komentar di bawah.


Kembali ke: