Mengorek-orek dibalik Guardian Pain Monitoring, peserta Open Innovation IMERI Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, bareng developernya langsung yaitu Gardyan Akbar. Berawal dari program yang beliau bikin untuk memudahkan pencatatan rasa sakit hingga akhirnya jadi proyek yang sangat membanggakan.


Daftar Isi


Dengarkan

Langganan podcast | Ikuti survey pendengar

Segmen

Ada yang terlewat? Silakan komentar di bawah ya.. Jangan lupa berlangganan podcast dan newsletter Developer Muslim. Lihat arsip edisinya di sana. Kalau suka sama pilihan artikel-artikelnya, kenapa ga langganan? :)

Transkrip

Catatan: Apa yang tertera dalam transkrip belum tentu sama persis dengan apa yang saya ucapkan di podcast.

Halo, apa kabar semuanya? Semoga sehat selalu dan bisa menjalankan apa yang sudah direncanakan. Alhamdulillah gw baik-baik. Pendengar gw melonjak sejak beberapa episode lalu. Jadi gw mau ucapin makasih banyak buat lo yang setia dengerin terus dan gw mau sapa buat yang baru dengerin. Hai-hai, makasih udah dengerin podcast gw, semoga lo dapat sesuatu dari podcast ini dan betah. Podcast ini ngomongin seputar developer, apa yang bikin mereka produktif dan berkembang, masalah apa yang biasanya dihadapi dan seringkali dibumbui sama pengalaman bintang tamu yang diundang.

Episode kali ini tamunya sangat spesial dan unik. Dari pengamatan yang gw temuin, sebagian besar developer yang mulai belajar pemrograman jauh sebelum waktu pada umumnya orang dan juga dari tempat formalnya, itu pasti berhubungan dengan game dan dukungan yang besar dari orang tua / keluarga. Setiap kali gw baca atau dengerin pengalaman mereka pertama kali belajar program itu gw selalu membayangkan kondisi mereka waktu itu, di masa akses ke komputer yang sangat sulit dan sumber-sumber belajar juga terbatas.

Hari gini, saat akses ke komputer dan sumber buat belajar udah semakin mudah, gw yakin semakin banyak anak-anak muda yang udah mulai belajar pemrograman. Namun masih jarang kita temui di antara yang ga sekedar belajar lebih awal, tapi juga berprestasi membuat sesuatu dari keahlian pemrogramannya itu. Entah jarang atau kayanya radar gw aja yang kurang jauh menangkap keberadaan mereka-mereka ini. Wo elah udah kaya nyari mutants atau inhumans aje ye.. Ya pokoknya gitu deh..

Makanya gw seneng banget pas dikenalin sama anak muda yang sangat berbakat. Beliau baru naik kelas 12 / 3 SMU, tapi sudah masuk 20 besar dari Open Innovation IMERI, sebuah kompeteisi inovasi interdisiplin yang bertujuan untuk menjawab tantangan yang dihadapi oleh klaster-klaster Indonesian Medical Education and Research Institute (IMERI), Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Di kompetisi ini peserta ditantang untuk membuat solusi inovatif berbasis teknologi yaitu berupa konsep atau prototipe dalam bentuk perangkat lunak maupun keras. Di episode kali ini gw mengerahkan kekepoan gw untuk nanya lebih dalam mengenai Pain Monitoring, proyek yang ikut lomba Open Innovation ini, sama Gardyan Akbar, sang developer. Sengaja ga gw sebut cerita-cerita uniknya sekarang biar lo menikmati sendiri tanpa teaser. Baik, selamat menyimak.


Wawancara


Baik itu tadi obrolan gw bareng Gardyan Akbar, siswa SMU Binus Simprug yang berprestasi bikin Pain Monitoring. Semoga kita bisa mengambil beberapa pelajaran dan inspirasi dari kisah ini. Izinkan gw berbagi 3 poin besar dari sini: pribadi, ada 3 poin yang gw ambil

Dan tentu masih banyak poin-poin lainnya. Silakan telusuri catatan episodenya di http://devmuslim.id/episode55.

Sedikit update dari gw. Insya Allah akan hadir di Test Atumation & Digital QA Summit di Singapur tanggal 18 Juli 2018. Kalo lo kebetulan hadir kita bisa ketemuan bareng sekedar nyapa aja. Atau lo bisa kasih tahu temen lo yang akan datang ke acara ini.

Kalo lo seneng sama podcast ini, dapat ilmu, wawasan dan lain-lain trus mau ngucapin makasih, kirim bunga, saldo dompet elektronik, voucher listrik, pulsa handphone dan lain-lain, dengan rasa hormat dan seneng gw bilang terima kasih. Terima kasih banyak. Cuma untungnya gw tuh orang yg gampang disenengin, gampang dipuasin. Lo cukup kasih rating aja mas, mbak, om, tante, abang, none sekalian. Kasih rating ama komentar yang bagus aje di Apple Podcast, Google Podcast, Castbox, PlayerFM, Tune-In, pokoknya di manapun lo mendengarkan podcast ini.

Trus kalau ada saran, masukan, mau ngenalin orang yang bersedia di wawancara, atau mau sekedar nyapa aja, bisa kirim email ke [email protected] atau DM gw di Twitter @devmuslimid.

Baik, gw pamit dulu. Sampai di episode developer muslim podcast berikutnya insya Allah.

Berbagi itu Tanda Peduli

Jangan merasakan manfaat episode ini sendirian aja. Ayo sampaikan informasi ini ke teman-teman developer lainnya. Kasih rating & komentar yang bagus di layanan-layanan podcast ini. Saya juga senang sekali dapat tanggapan & komentar di bawah.


Kembali ke: