Menceritakan pengalaman Shabrina Virta Inmas (Virta), seorang insinyur yang kemudian banting setir jadi jurnalis di CNN Indonesia dan akhirnya kembali banting setir lagi menjadi developer keren.


Daftar Isi


Dengarkan

Langganan podcast | Ikuti survey pendengar

Segmen

Ada yang terlewat? Silakan komentar di bawah ya.. Jangan lupa berlangganan podcast dan newsletter Developer Muslim. Lihat arsip edisinya di sana. Kalau suka sama pilihan artikel-artikelnya, kenapa ga langganan? :)

Transkrip

Catatan: Apa yang tertera dalam transkrip belum tentu sama persis dengan apa yang saya ucapkan di podcast.

Hai, halo, apa kabar semuanya? Alhamdulillah gw baik. Semoga lo juga begitu keadaannya. Makasih udah dengerin. Podcast ini membahas seputar developer, apa yang bikin mereka produktif, berkembang & peduli.

Dua episode lalu, kita dengar pengalaman belajar koding dari para pemuda yang berbakat dan tekun dalam meraih apa yang ingin mereka capai. Di episode 55 ada Gardyan, siswa SMU yang belajar Java sambil mengisi waktu cuti sekolah 1 tahun untuk penyembuhan penyakit yang dia alami sampai akhirnya berhasil bikin pain monitoring yang bermanfaat untuk dokter-dokter syaraf di RSCM. Di episode 57 ada Ridho, lulusan sebuah SMK di Kalimantan Selatan yang mengejar hasratnya menguasai pemrograman dengan ikut bootcamp di Jakarta dan akhirnya berkarya di KitaBisa.com

Trus melanjutkan rasa penasaran gw sama cara apa aja sih belajar pemrograman sampe bisa produktif untuk bikin sesuatu di hari gini, gw seneng banget bisa kenalan dengan tamu kita kali ini untuk kasih contoh perspektif yang berbeda. Malah gw baru ngeh ternyata perbedaannya dari banyak sisi. Dari gender, pendidikan yang udah dikenyam, pekerjaan yang udah dilakoni dan dari umurnya juga. Sumpah gw kagak kepikiran nanya umur, ga tau kesirep apa sampe beliau nyebutin umur. Mungkin karena masih termasuk muda dan 10 tahun lebih bedanya ama gw. Ya ampun, ngapain juga gw harus ngaku ya..?

OK, gw ga mau nyebutin perbedaannya untuk mempersingkat waktu, tapi bisa gw yakinin dengan level keyakinan 90%, lo akan terhibur dan dapat wawasan dari Shabrina Virta Inmas, yang akrab dipanggil Virta. Jadi siapin kuping dan bayangin dengan imajinasi lo saat dengerin, ok? Selamat menikmati


Wawancara


Baik itu tadi obrolan gw bareng Virta, semoga kita semua bisa ambil pelajaran dan nambah perspektif baru. Setidaknya bisa jadi acuan untuk berempati dengan orang-orang yang berpindah karir. Meskipun keahlian dalam tugas / jabatannya tergolong junior / masih baru, namun ada banyak hal lain yang orang itu miliki dan itu sesuatu yang sangat berharga dan unik dalam suatu tim. Setidaknya itu pesan utama gw dari sini.

Saran gw sih, coba dengerin lebih dari sekali, setidaknya 2 kali deh. Lo akan dapet hal-hal kecil tambahan dari pengalaman beliau ini. Terus jangan lupa telusuri link-link yang dibahas di episode ini di devmuslim.id/episode59.

Gimana, suka ga lo sama episode ini? Gw yakin masih adalah kekurangannya. Ada ga pertanyaan yang harusnya gw tanyain / lupa bahas? Sebagian dari lo mungkin akan nyinggung soal women in tech. Bagi gw sih kalo sekedar bahas gender / nunjukin ini lo ada cewek yang jago koding / kasih presentasi / hal-hal keren lainnya, ya trus kenapa? Harusnya kita udah “move on” dari sekedar nunjukin itu, karena itu adalah hal yang lumrah dan memang bisa dicapai tanpa halangan yang disebabkan dari gender tertentu. Dan sikap ini justru artinya ya semua orang bisa meraih sebuah prestasi. Yang perlu dibahas itu mungkin persepsi orang terhadap perempuan kemudian langsung menyimpulkan yang akhirnya memperlakukan mereka di industri teknologi itu tidak adil. Bener ga opini gw? Silakan kasih tanggapan ke [email protected] atau DM Twitter ke @devmuslimid.

Setelah ngobrol ke beberapa orang, apakah langsung maupun chat, ternyata banyak juga yang belum tahu kalau podcast ini lebih enak dinikmati kalau lo langganan. Ya, langganan! Seperti blog yang lo suka sama tulisan-tulisannya, podcast 90% sama. Kalo di blog lo bisa nikmati langsung dari halaman web, tapi kan cara jadul banget kalo lo harus ke blog untuk ngecek udah ada artikel baru / ga. Cara yg lebih baik adalah langganan blog itu sama blog-blog lain pake RSS Reader. Nah, di podcast lo juga bisa langganan podcast-podcast lainnya dengan aplikasi podcast. Istilahnya podcatcher, di iOS ada Apple Podcast, dan lain-lain. Di Android ada Google Podcast dan lain-lain. Dan kaya aplikasi smartphone pada umumnya, ada yang tersedia di kedua platform (iOS & Android). Ada banyak contohnya, di antara yang terkenal mungkin Tune-In & Stitcher, aplikasi buat dengerin radio online. Di aplikasi-aplikasi ini, lo cari aja developer muslim. Kalo ga ketemu, segera mention gw di Twitter @devmuslimid.

Jadi kalo lo suka sama podcast ini, suka sama episode-episodenya, lo bisa langganan. Jadi begitu ada epsidoe baru, udah bisa langsung lo dengerin.

Dan mumpung lo lagi di aplikasi podcast, kasih rating dong, yang bagus..! Iya, pan kalo jelek ngadu aja di Twitter. Kalo bagus baru kasih rating. Hehehe… Buktikan kepedulian & dukungan lo. Podcast ini tersedia di Apple Podcast, Google Podcast, Castbox, PlayerFM, Tune-In, dan masih banyak lagi. Lo bisa lihat pilihan2nya di http://anchor.fm/devmuslimid. a n c h o r titik f m garis miring d e v m u s l i m i d

Baik, gw pamit dulu. Sampai di episode developer muslim podcast berikutnya insya Allah.

Berbagi itu Tanda Peduli

Jangan merasakan manfaat episode ini sendirian aja. Ayo sampaikan informasi ini ke teman-teman developer lainnya. Kasih rating & komentar yang bagus di layanan-layanan podcast ini. Saya juga senang sekali dapat tanggapan & komentar di bawah.


Kembali ke: