Developer Muslim

064 Retrospeksi Podcast Tahun Pertama

Ga nyangka udah lewat 1 tahun podcast ini berjalan. Episode kali ini gw meretrospeksi apa yang sudah gw lalui dengan podcast ini. Kesan-kesan gw, perbaikan apa yang mau gw kerjain, apa aja yang harus gw pertahankan dan rencana selanjutnya buat gw dan podcast ini.

Di kesempatan ini gw mau berterimakasih sama orang-orang yang sudah banyak membantu gw bikin podcast seperti sekarang ini.


Daftar Isi


Dengarkan

Langganan podcast | Ikuti survey pendengar

Segmen

  • 00:11 Sapa pendengar
  • 02:10 Alasan gw bikin podcast
  • 08:20 Manfaat yang gw rasakan dengan bikin podcast
  • 12:17 Perbaikan yang bisa gw lakukan
  • 12:40 Yang harus gw pertahankan
  • 15:00 Gw bererimakasih kepada…
  • 19:12 Rencana ke depan
  • 24:22 Pesan-pesan penutup

Ada yang terlewat? Silakan komentar di bawah ya.. Jangan lupa berlangganan podcast dan newsletter Developer Muslim. Lihat arsip edisinya di sana. Kalau suka sama pilihan artikel-artikelnya, kenapa ga langganan? :)

Transkrip

Catatan: Apa yang tertera dalam transkrip belum tentu sama persis dengan apa yang saya ucapkan di podcast.

Halo, apa kabar semuanya? Alhamdulillah gw baik. Semoga lo juga gitu. Tanggal 10 - 16 September ini gw lagi di Jakarta buat istirahat aja mengunjungi keluarga. Gw jadi inget 1 tahun yang lalu pada kesempatan yang sama, gw ikut PWA Roadshow di Jakarta. Gw jadi kepikiran buat bikin episode retrospeksi untuk podcast ini. Itung-itung buat rekam digital perjalanan podcast ini.

Tapi sebelumnya gw mo sapa dulu pendengar-pendengar yang baru gabung. Hai, makasih udah dengerin. Podcast ini bahas seputar developer, apa yang bikin mereka produktif, berkembang dan peduli sama lingkungan. Silakan cari Developer Muslim di aplikasi podcast yang lo instal di komputer atau smartphone lo untuk liat episode-episode yang lain. Atau bisa ke Instagram di devmuslimid.

Gw ga tahu ada fenomena apa, tapi ada kesamaan antara kemerdekaan Indonesia dan kemerdekaan beberapa negara di Asia yang jatuh di bulan Agustus. Pod

OK, retrospeksi podcast. Kalo gw inget posisi gw tahun lalu, gw bener-bener ga nyangka akan bisa di posisi ini. Berawal dari nyobain aplikasi Anchor untuk dengerin podcast di voice assistant, akhirnya sampai bikin podcast sendiri dengan tamu-tamu yang keren-keren..

1. Kenapa gw bikin podcast ini?

Jawaban singkatnya karena alat untuk merekam & bikin podcast itu udah sangat gampang. Terutama dengan Anchor ini. Sepertinya udah banyak yang sependapat kalo Anchor ini bikin gampang orang untuk merekam, mengedit dan mendistribusikan podcast. Cuma kan kemudahan aja ga cukup untuk sampe ke posisi gw sekarang ini. Faktor pendorong lainnya adalah karena gw pengen meramaikan podcast bahasa Indonesia dengan konten yang berwawasan.

Gw dengerin podcast udah lama sebenarnya, seinget gw udah dari 2007 awal. Sejak 2009 jumlah podcast yang gw dengerin berlipat sejak ada aplikasi Stitcher. Gw selalu nyari podcast Indonesia dan beberapa tahun setelahnya gw mulai dengerin podcast Suarane, nama penyiarnya Rane Hafied. Kalo lo belum kenal, gw saranin cek ke suarane.org. 2016 gw seneng banget ada Apps Coast yang mewawancarai dunia startup, terutama dari pendiri-pendirinya. Dan episode terakhirnya sampe 2017 Maret / April. Saat itu gw masih penasaran kenapa podcast Indonesia itu masih sepi, padahal Internet udah lebih dari cukup, kalo cuma untuk audio saja. Ini juga yang jadi masalah yang umum sih di Podcast. Discovery nya itu masih susah. Belum banyak yang memberikan rekomendasi podcast lain yang mirip dengan yang kita langganan.

Singkat cerita, karena kekosongan ini. Padahal sih bukan kosong ya, gw aja yang ga nemuin. Sebabnya karena itu tadi, direktori podcast utama seperti Apple itu kurang pinter mengekspos podcast lokal, padahal kan iTunes Store itu trending dan sebagainya itu disesuaikan dengan asal negaranya. So anyways. Karena kekosongan ini dan kemudahan dari Anchor, gw bertekat bikin konten buat temen-temen developer. Supaya mereka juga dapat manfaat dengerin podcast seperti di luar negeri, di mana udah banyak banget podcast yang bertema developer dengan berbagai macam format dan segmentasi.

2. Manfaat yang rasakan dengan bikin podcast?

Secara ga langsung bisa dianggap public speaking juga kalo menurut gw. Karena suara & pesan lo akan didengerin sama publik yang latar belakang yang bervariasi. Jadi saat ngomong itu gw harus membayangkan audiens nya, mikirin pesan apa sih yang mau gw sampaikan. Sebagian podcaster baru yang merekam sendirian itu juga berjuang untuk mengurangi gagap atau pause fillers seperti eh, em, ah dan lain-lain yang ga penting dan hanya untuk mengisi keheningan, makanya disebut pause fillers. Ya itu karena lo lagi menyampaikan sesuatu ke publik. Jadi, secara ga langsung ini melatih gw untuk mengatur kalimat. Dan walaupun belum jago, untuk bagian-bagian yang sering berulang itu bikin gw lancar banget.

Manfaat yang kedua gw bisa kenalan sama narasumber dan para pendengar gw langsung. Seneng banget dengerin pengalaman mereka yang bener-bener unik dan keren. Gw jadi ikut kena sinar ketenaran & keahlian mereka yang jago-jago. Padahal mah.. kebanyakannya gw meraba-raba aja. Gw jadi belajar gimana ngobrol bareng mereka yang sejauh ini latar belakangnya beda, dari umur, keahlian, daerah asal dan lain-lain.

Rasa kepuasan tersendiri bisa menggemakan apa yang dibahas sama narasumber ke audiens yang lebih luas lagi. Jadi ibaratnya gw cuma ngorek-ngorek ilmu & insight dari narasumber ini untuk dinikmati kapan saja dan sama siapa aja yang download. Ini juga alasan gw untuk tetap pakai bahasa Indonesia sebisa mungkin, walaupun agak aneh buat gw ucapin sendiri. Tapi dengan cara itulah audio gw ini bisa ditangkap lebih luas lagi sama orang-orang Indonesia lain. Gw mo ngomong listenable tp kan jadi ironic, ya kan. hahahaha…

3. Perbaikan yang bisa gw lakukan

Ya banyak lah. Namanya juga masih baru dan ini aja dimulai.

  • Kadang-kadang gw masih agak kaku bawainnya. Gw yakin lo tau lah ada bagian yang gw begitu.
  • Kadang masih kurang responsif sama informasi yang dibagi sama narasumber. Ini salah satu tanggapan & masukan berharga yang sangat jujur. Gw seneng dan sangat menghargai banget sama masukan seperti ini.
  • Format & tema episode. Jadi sekarang itu sepertinya cenderung ke frontend developer, pengalaman jadi developer dan komunitas. Ya itu bagus. Tapi gw bisa bayangin kalo ada sebagian yang mungkin lagi ga mau dengerin tema itu terlalu sering / berurutan. Jadi tema episode dalam kurun waktunya juga harus diperhatikan. Ini hanya dugaan gw aja sih. Makanya kasih tanggapan & masukannya dong buat podcast ini.

4. Hal yang akan terus gw pertahankan

  • Pembawaan gw. Gw sadar banget yang dengerin podcast ini bisa nebak gw ini udah jauh umurnya di atas mereka karena cara gw ngomong, lawakan yang gw bawain. Haah.. Kayanya lo harus memakluminya. Untuk yang ini akan terus ada, kecuali kalo lo bisa kasih saran.
  • Durasi. Gw usahain bener-bener untuk ga lebih dari 40 menit. Kayanya ini yang cocok buat gw, dan juga mungkin lo yang dengerin.
  • Materi. Gw juga usahain materinya bermanfaat buat developer dan sesuai dengan gw kenalin di awal podcast ini tentang apa. Meskipun nanti terkesan off topik, tapi gw akan hubung-hubungin manfaatnya buat lo semua.

5. Terima kasih kepada

Setelah Allah subhanahu wa ta’ala, tuhan Yang Maha Kuasa, gw mau berterima kasih sama:

  • Didik Wicaksono di Depok, gw wawancara beliau untuk Ruby Conf 2017. Dari beliau gw dapat ide untuk nulis rundown atau draft yang akan dibahas.
  • Satya Kresna di Bali, gw wawancara beliau untuk bahas Web Components & Accessibility. Dari beliau gw dapat kenalan untuk narasumber terbanyak. Ga heran kalo sebagian besar narasumber itu dari Bali. Jadi ga menutup kemungkinan buat lo yang mau ngenalin narasumber, ga harus jago, yang penting punya pengalaman yang bisa dibagi hikmahnya buat kita semua, boleh lah kenalin ke gw.
  • Muhammad Ghazali di Bandung, gw wawancara beliau untuk bahas Tools untuk produktivitas. Dari beliau gw kenal sama panitia Scrum Day Bandung. Acara tempat berkumpulnya para profesional di produk dan development untuk saling berbagi ilmu dan insights dari pengalaman mereka. Benar-benar suatu pengalaman yang beda rekaman bareng panitianya. Lo bisa dengerin di episode 40 untuk persiapan Scrum Day Bandung.
  • Reydi Sutandang di Jakarta, gw wawancara beliau untuk kasih insights yang dia dapat sebagai peserta Scrum Day Bandung.
  • Riza Fahmi di Jakarta, gw wawancara beliau untuk kasih masukan supaya developer ga FOMO. Sebagai direktur kurikulum di Hacktiv8, dan segudang aktivitas beliau yang lain, ya cocoklah untuk bahas itu. Orang seperti beliau harus dimanfaatkan supaya ilmu beliau nyebar dan berpengaruh buat banyak orang. Gw pengen kerjasama dengan beliau untuk sesuatu yang lebih besar lagi. Gw seneng dan berharap banget kalo ini akan berhasil. Belum bisa gw umumin di sini karena masih versi alpha.
  • Untuk semua narasumber yang lain yang ga bisa gw sebutin satu per satu di sini.
  • Untuk semua yang dengerin. Makasih banyak sama dukungannya, masukan & kritikannya. Retweet, Like, DM, nyebarin pas meetup atau di kantor. Wah, pokoknya semuanya deh.

6. Rencana ke depan

Bikin podcast ini jadi membuka wawasan gw dan membuat gw berfikir lebih jauh lagi. Jadi ini yang selanjutnya buat gw:

  • Melibatkan pendengar untuk kasih masukan untuk episode. Kepikiran untuk bikin repositori di Github trus orang bisa kasih usulan topik melalui pull request. Trus yang lain bisa kasih masukan atau bisa ngenalin narasumber yang cocok misalnya. Teknisnya masih akan dipikirkan dan gw ajak lo semua untuk sumbang pendapat untuk ini.

  • Melihat perkembangan podcast-podcast baru di Indonesia, gw mau ajak kerjasama untuk saling berbagi pengalaman, saling bantu, khususnya podcast yang masih berkaitan sama developer. Kenapa begitu? Karena yang gw alami sendiri itu agak susah untuk dapat masukan dan interaksi dari pendengar. Untuk podcast-podcast yang umum bisa bergabung ke komunitas Podcast Indonesia yang ada di LINE Square.

    Gw juga coba jadikan ini sebagai tempat bereksperimen dengan podcast-podcast yang satu tema dengan podcast gw. Kalo sekupnya sedikit dan tersegmentasi seputar developer mungkin akan lebih mudah mengaturnya. Ini semua baru ide aja sih. Insya Allah kalo memang berhasil kita bisa tularkan konsepnya ke podcast-podcast yang lain.

  • Kalo masih ada slot waktu, mau bikin meetup podcast. Seperti yang udah gw singgung di beberapa episode, podcast bisa jadi media untuk orang yang baru pertama kali akan presentasi di meetup. Gw pengen banget ini bisa jalan juga. Tapi gw ga bisa sendiri, perlu teman untuk siaran dan mungkin nanti ngedit juga.

Ada beberapa ide kecil lain, tapi yang besar dua itu untuk 1 tahun ke depan ini setidaknya.

Jangan lupa telusuri link-link yang dibahas di episode ini. Bisa lihat di devmuslim.id/episode64. Itu aja yang bisa gw sampaikan. Gw benar-benar perlu masukan & tanggapan dari lo semua. Buktikan kepedulian & dukungan lo.

Podcast ini tersedia di Apple Podcast, Google Podcast, Castbox, PlayerFM, Tune-In, dan masih banyak lagi. Lo bisa lihat pilihan2nya di http://anchor.fm/devmuslimid. a n c h o r titik f m garis miring d e v m u s l i m i d

Baik, gw pamit dulu. Sampai di episode developer muslim podcast berikutnya insya Allah.

Berbagi itu Tanda Peduli

Jangan merasakan manfaat episode ini sendirian aja. Ayo sampaikan informasi ini ke teman-teman developer lainnya. Kasih rating & komentar yang bagus di layanan-layanan podcast ini. Saya juga senang sekali dapat tanggapan & komentar di bawah.


Kembali ke:

Menu