Gw ngobrol bareng Rahmad Slamet, aktivis Komunitas Programmer Makassar (KPM), yang bercerita pengalamannya berhasil menyarankan NodeJS sebagai bahan ajar di kampusnya menggantikan posisi PHP. Kita juga bahas gimana peran komunitas yang ideal untuk dunia pendidikan.


Daftar Isi


Dengarkan

Langganan podcast | Ikuti survey pendengar

Segmen

Ada yang terlewat? Silakan komentar di bawah ya.. Jangan lupa berlangganan podcast dan newsletter Developer Muslim. Lihat arsip edisinya di sana. Kalau suka sama pilihan artikel-artikelnya, kenapa ga langganan? :)

Transkrip

Catatan: Apa yang tertera dalam transkrip belum tentu sama persis dengan apa yang saya ucapkan di podcast.

Halo semuanya, apa kabar? Akhir-akhir ini setiap kalo mau rekaman, terasa udah lama ga nyapa. Kadang waktu berasa cepat banget, kadang sedikit terasa lama dari biasanya. Gw pikir berasa lebih cepat kalo kita lagi ngerjain hal-hal yang menyenangkan, tapi ternyata ada beberapa kejadian yang ga gitu. Yang jelas sih akan berasa lama banget kalo kita dalam situasi yang ga enak dan berharap segera berakhir.

Nah, gw jadi terbesit pemikiran baru bahwa penilaian terasa lama / cepat ini juga bergantung sama titik waktu kapan kita menilainya dan jarak antara titik waktu yang kita nilai. Ya ga sih? Sekarang ini gw menilai 1 pekan ke belakang saat gw rekaman dan enyapa lo semua. Dan itu gw kadang merasa cepat tau-tau udah harus rekaman, kadang terasa agak lambat. Tapi kalo sekarang gw menilai beberapa tahun ke belakang, gw ga terasa udah selama itu.

Anyways, podcast ini ga ngomongin relativitas waktu, tapi tentang apa aja yang bikin developer itu produktif, berkembang dan peduli sama lingkungan. Selamat datang buat lo yang baru dengerin. Lo bisa liat cuplikan sebagian episode di Instagram.com/devmuslimid buat dapat gambaran podcast ini tentang apa. Gw belum sempat bikin untuk belasan episode terakhir sih, padahal lumayan ya..

Seperti biasa, gw mau kasih waktu sebentar untuk saling ngingetin sama keadaan saudara-saudara se-tanah air yang kena bencana, khususnya di Lombok, Palu, Donggala & daerah-daerah lainnya. Lebih khusus lagi yang lebih dekat lokasinya sama lo semua. Kalo lo sempat terbesit rasa bosan. dengerin pesan ini, lo ga sendirian, gw juga sempat ragu apa masih perlu gw sampaiin lagi. Tapi kalo lo bayangin mereka yang ngalami langsung sehari-harinya kaya apa, langsung dah. Ayo bantu mereka, terus doakan mereka agar kita semua diberikan kesabaran, ketangguhan dalam menghadapi musibah. Agar mereka mendapat bantuan dan prose mpemulihan yang sempurna, aamiin.

Ngomongin Sulawesi, tamu kita kali ini dari Makassar. Beliau membuat semacam software house sendiri sejak kuliah, namanya Upana Studio. Beliau sangat aktif di berbagai macam komunitas, baik yang teknis maupun yang ga berhubungan sama koding. Kelihatan dari pergaulannya, beliau ini orang yang rendah hati, senang nolong orang banyak. Gw bersyukur banget ketemu beliau di Web Unconf Indonesia akhir September 2018 lalu. Waktu itu secara ga sengaja obrolan santai sama peserta lain mengarah ke cerita bahwa kampusnya mengganti bahan ajar PHP dengan NodeJS. Wah itu langsung banget gw pengen tahu lebih lanjut dan undang Rahmad Slamet ke mari.

Secara pribadi, gw jarang nemu kejadian seperti ini. Makanya gw kembangin topiknya jadi lebih umum lagi, coba ambil esensinya dan muncullah topik “Peran Komunitas di Dunia Pendidikan Formal” ini. Gw masukin rundown nya ke Github supaya membuka lo semua untuk nambah beberapa pertanyaan / hal lain untuk dibahas. Dan akhirnya gw senang sekali bisa mempersembahkan obrolan ini ke lo semua.

Oh iya, untuk yang belum tahu, gw mulai mempublikasikan rundown, kerangka / agenda saat ngobrol / wawancara sama narasumber. Tujuannya supaya lo semua bisa kasih masukan / nitip pertanyaan / bahasan untuk diskusi. Ada di Github, lo bisa lihat apa aja yang ada di sana. Kunjungi https://bit.ly/devmuslimrundown. Nanti gw masukin ke catatan episode.

Baik, obrolannya seru banget. Ga sekedar cerita gimana proses penggantian PHP ke NodeJS, tapi lebih dari itu. Banyak insights / ide-ide menarik yang bisa kita terapkan & sesuaikan dengan komunitas di daerah kita. Wah pokoknya seru dan langka banget deh. Makanya kita ngobrol lumayan lama jadi hasilnya akan dibagi menjadi 2 episode. Buat lo yang, ya kali-kali aja menganggap agak-agak gimana gitu sama PHP sang pemrograman, gw mau kasih, dis-PHP, maksudnya kaya disclaimer gitu, tp ini dis-pemberi harapan palsu, artinya gw gak mau kasih harapan palsu kalo di obrolan ini kita akan merecehkan PHP sang pemrograman. Hehehe.. Hmm, ngerti ga maksudnya? Ya pokoknya ga ada yang tersinggung lah di obrolan kita. Udah ya, dengerin nih obrolan gw bareng Rahmad Slamet.


Wawancara


Aduh maaf banget gw potongnya pas di situ. Tapi ya itung-itung buat teaser lah di bagian akhir juga ga kalah menarik.

Ya, itu tadi obrolan gw bareng Rahmad Slamet bagian pertama. Benar-benar menarik dan jarang sekali gw tau ada dosen yang diundang / datang ke meetup, apalagi berbicara di sana. Seingat gw pernah ada profesor dulu yang datang ke Ruby meetup di Singapur sekitar tahun 2011. Kayanya sih emang gw nya aja yang kurang gaul. Gw rasa sih di komunitas pemrograman yang dekat dengan dunia kampus itu ya Python karena banyak library untuk penelitian. Ini masih dugaan aja sih. Kalo itu belum terjadi, ya ayolah undang dosen ke meetup. Kasih topik deep learning misalnya. Atau kalo lo dosen, coba proaktif untuk datang ke meetup. Ga harus nunggu diundang.

Jangan lupa lihat link-link yang dibahas di catatan episode agar bisa berkembang lagi wawasan lo di seputar topik ini. Ada di https://devmuslim.id/episode71.

Pekan ini ada PyCon Indonesia 2018 di Jakarta. Buat lo yang berencana hadir dan bersedia diwawancarai, silakan email gw di [email protected] atau DM gw di Twitter @devmuslimid. Ayolah berbagi catatan-catatan yang lo dapet selama di sana. Terutama buat perusahaan yang ngirim timnya ke acara itu, ya itung-itung bisa dapat ekspos lah kan, kalo perusahaan lo peduli sama timnya untuk kasih pengalaman & networking di PyCon Indonesia 2018. Berbagi untuk temen-temen developer yang berhalangan hadir.

Pertanyaan, kritikan, saran atau cuma mau kenalan bisa kirim email ke [email protected] atau DM gw langsung di Twitter @devmuslimid. Kalau belum ada bahan yang mau disampaikan, lo bisa lihat rundown topik-topik yang insya Allah akan dibahas di podcast ini di Github. Siapa tahu muncul pertanyaan susulan atau kepikiran untuk topik lain, ya kan? Silakan kunjungi https://bit.ly/devmuslimrundown b i t titik l y garis miring d e v m u s l i m r u n d o w n. Podcast ini bagian dari Product & Development Podcast Community Indonesia. Informasi lebih lanjut bisa ke github.com/pdpcid.

Podcast ini tersedia di Apple Podcast, Google Podcast, dan lain-lain. Lo bisa lihat pilihan2nya di http://anchor.fm/devmuslimid. a n c h o r titik f m garis miring d e v m u s l i m i d. Jangan lupa kasih komentar & rating yang bagus di aplikasi manapun lo dengerin podcast ini. Buktikan kepedulian & dukungan lo untuk podcast ini.

Baik, gw pamit dulu. Sampai di episode developer muslim podcast berikutnya insya Allah.

Berbagi itu Tanda Peduli

Jangan merasakan manfaat episode ini sendirian aja. Ayo sampaikan informasi ini ke teman-teman developer lainnya. Kasih rating & komentar yang bagus di layanan-layanan podcast ini. Saya juga senang sekali dapat tanggapan & komentar di bawah.


Kembali ke: