Ga berasa udah lama ga bikin episode kabar-kabari dan sekarang ini musimnya update! Makanya di episode ini gw kumpulin yang gw anggap penting dan bermanfaat untuk diketahui web developer. Dengerin juga tanggapan gw sama fitur barunya Anchor yang memungkinkan podcaster untuk memasang iklan.


Daftar Isi


Dengarkan

Langganan podcast | Ikuti survey pendengar

Ada yang terlewat? Silakan komentar di bawah ya.. Jangan lupa berlangganan podcast dan newsletter Developer Muslim. Lihat arsip edisinya di sana. Kalau suka sama pilihan artikel-artikelnya, kenapa ga langganan? :)

Transkrip

Catatan: Apa yang tertera dalam transkrip belum tentu sama persis dengan apa yang saya ucapkan di podcast.

Halo, apa kabar semuanya? Alhamdulillah gw baik. Semoga keadaan lo juga baik-baik dan menyenangkan. Kalo gw lihat timeline di Twitter, lagi banyak acara developer. Ada Google Developer Festival di beberapa kota. Ada extension dari Chrome Developer Summit dan Firebase Summit. Alhamdulillah semakin marak dan terjadi di banyak kota. Jadi semoga kita bisa memanfaatkan momen ini dengan baik.

Makanya pas acara aslinya berlangsung gw mikir kayanya enak nih kalo ada yang merangkum trus lo tinggal dengerin beberapa bagian yang mungkin menarik / penting buat lo ketahui. Jadi di episode kali ini gw mau kasih beberapa kabar seputar pengembangan web.

Makasih udah dengerin. Podcast ini bahas seputar developer, apa yang bikin mereka produktif, berkembang dan peduli sama lingkungan. Cuplikan episode yang udah dirilis, sebagiannya bisa dilihat di instagram.com/devmuslimid.

Makasih juga buat kalian yang udah menghubungi podcast. Baik melalui email, website dan DM di Twitter. Beneran itu sangat berarti buat gw. Entah sekedar nyapa, kasih pendapat mengenai podcast ini, atau apapun lah, kritikan sekalipun.

Gw kaget banget ada orang asing yang nyasar ke situs devmuslim.id, tepatnya ke catatan episode yang bahas AMP, (Accelerated Mobile Page). Dia nyobain tool yang dibahas dan bahkan dia coba tool lain yang menurut dia lebih baik dan share balik melalui halaman kontak website. Karena udah agak tertunda gw bacain emailnya, niatnya pengen dijadiin satu episode gitu, tapi karena email-email yang lain ehm-ehem,.. belum berdatangan, akhirnya gw bacain di episode ini.

Hello there ,

I have used the AMP validator tool you mentioned on your page here: devmuslim.id/post/025-amp-roadshow-lebih-dalam/ (to be honest, Google Translate helped me).

While npmjs.com does a good job, it’s not really user-friendly and it also contains ads…

I did some exploring and found another tool below. It’s ad-free and quite straightforward, and I wanted to suggest you show it alongside the other one: https://www.websiteplanet.com/id/webtools/amp-validator

This tool allows you to check your AMP quickly and easily (and it’s completely free, too!)😊 . I hope I was able to return the favor,

Alejandra, if you by any chance listening, thank you so much. Eh.. kok jadi ngenggreus ya.. Baik, jadi tool-nya ini validator online untuk AMP. Gw udah cobain dan validasinya bener-bener cepat dan gampang. Situs nya juga multi bahasa. Gw baru tahu situs ini. Setelah ditelusuri, ternyata situsnya juga menyediakan berbagai macam sumber untuk bikin website. Jadi mungkin ada di antar lo semua yang udah pernah denger. Ya mungkin validator AMP nya yang lumayan baru.

Ini kabar pertama yang mau gw bagi di episode ini.

Chrome Dev Summit 2018

Kabar-kabar berikutnya mengenai Chrome Dev Summit 2018 bulan lalu. Seperti yang sempat gw singgung tadi, waktu acaranya berlangsung, gw berharap ada yang bikin rangkumannya biar bisa gw bikin lagi intisari dari rangkumannya supaya bermanfaat buat kita semua. Dan gw seneng banget karena udah ada 2 orang yang bikin rangkuman ini.

Hal-hal menarik di mata saya tentang Chrome Dev Summit 2018, oleh Satya Kresna

Gw cukup yakin lo semua, terutama lo yang follow banyak developer lokal di Twitter dan yang jadi pengurus komunitas developer, kenal dengan Satya Kresna. Buat yang belum, gw saranin untuk kenalan. Follow beliau di Twitter, Github & Medium. Trus langganan juga situs pribadiya. Lo akan dapat banyak ilmu dari beliau ini.

Baik, balik ke artikel yang Kresna tulis. Jadi hal-hal menarik menurut beliau udah lumayan menyaring setidaknya apa yang harus web developer ketahui dan video mana yang akan menarik buat lo.

  1. Google bot itu berbasis Chrome 41. Ini masuk ke bagian gimana supaya situs lo itu ditemukan dan informasinya berhasil ditangkap sama Google. Apa untungnya lo tahu informasi ini? Ya supaya lo tahu ekspektasi dan sejauh mana Google bot itu bisa mengerti gimana situs lo bekerja. Karena buat gw pribadi, dulu gw cuma tau, “ah Google bot kan pinter, dia bisa menggerayangi halaman-halaman situs kita, meskipun itu SPA (Single-Page Application). Tapi trus kebingungan pas ngecek ternyata banyak halaman yang ga tertangkap. Makanya informasi ini penting, karena di presentasi ini ngasih tahu, sepinter apa sih Google bot itu? Dengan tahu ini, kita bisa ngatur ekspektasi. Sedetil apa? Bisa dicek ke situs CanIUse.com dan sebutin versi Chrome nya.

  2. Native Lazy Loading Lazy loading merupakan strategi yang umum untuk membuat situs kita lebih cepat tampil. Jadi hanya meload aset-aset yang berukuran besar seperti foto, hanya pada saat diperlukan. Saat user mulai scroll ke bawah misalnya, jadi ga langsung load semua foto yang ada di halaman itu. Makanya disebut lazy / malas. Nah maksud Native Lazy Loading adalah, developer ga perlu bergantung sama library lain untuk menerapkan strategi ini. Jadi langsung otomatis ada dari Chrome, sehingga developer ga perlu melakukan apapun, semuanya ditangani dari browser.

    Gw sempet mikir, nanti developer yang malas, lazy load nya hanya jalan di browser Chrome dong. Dan akan terlihat diskriminatif. Ya, itu kalo mikirnya negatif sih. Karena sebagai developer kita harus peduli sama user, setidaknya harus mendukung browser moderen yang umumnya dipakai di manapun. Gw setuju sama anggapan kalo malas itu bisa menguntungkan. Gw ga menentang itu. Gw cuma bilang kalo kita harus tetap peduli.

    Dan gw berharap inisiatif browser Chrome ini ini diikuti sama browser-browser yang lain. Untuk mendukung agar developer jadi lebih malas ga perlu melakukan apapun untuk lazy loading. Hehehe… Ya itu keuntungan tambahan lah. Kita sebagai developer bilangnya gini, ya supaya situs-situs jadul akan termoderenisasi secara otomatis. Dan tentunya akan meningkatkan kepuasan milyaran warganet.

  3. Situs web.dev Situs ini dirancang untuk memudahkan lo mencari materi belajar terkait membangun web modern. Di sana ada panduan dan latihan yang bisa dicoba.

  4. Menangani aplikasi berbasis JS yang kompleks Di presentasi ini, Mariko Kosaka & Jake Archibald membahas aplikasi web yang kompleks dan penggunaan Javascript yang intensif, yaitu Squoosh.app. Situs yang membantu kita untuk mengkompres foto dan menampilkan beberapa format perbandingan. Yang menarik di sini adalah proses tim Squoosh membuat website mereka hingga berhasil memuat website dengan ukuran sebesar 15KB dengan tambahan teknik code splitting. Pas gw tonton videonya itu gokil banget. Mereka upload foto yang gede, trus milih kompresi, zoom untuk lihat detil-detil perbedaannya sama foto aslinya. Pikiran lo meledak peeech… kalo tahu ukuran aplikasinya ga sampai 50KB, bahkan 13 nya. gw saranin lo lihat situsnya, squoosh.app

  5. Rise of Web Components (termasuk DOM invicible dan Virtual Scroller)

  6. Dampak yang dirasakan oleh perusahaan ketika mengimplementasikan teknologi modern web di sisi bisnis

  7. Sikap Das Surma beserta tim ketika terjadi “kekacauan” saat sesi State Of Houdini (bonus)

  8. Dan lain-lain.

Gw saranin lo untuk baca ringkasan Chrome Dev Summit 2018 oleh Kresna. Saat embed YouTube ke artikelnya, beliau juga memasukkan detik ke berapa kalian bisa nonton. Ini sangat bagus buat lo yang sekedar mau tahu maksud yang disampaikan di tiap poinnya tanpa harus nonton dari awal.

Chrome Dev Summit 2018, mana yang kalian harus coba implementasikan? oleh Yohan Totting

Sebagai yang langsung hadir, pendekatan mas Yohan Totting untuk rangkuman Chrome Dev Summit 2018 agak berbeda. Sifatnya lebih generalis, mengayomi semua pihak. Jadi beliau mereview sekilas acaranya dan memberikan pesan yang bagus yaitu,

Bila kalian masih belum merasa yakin apakah memilih web sebagai platform yang digunakan dalam pengembangan produk, mungkin ada baiknya kalian menonton cerita Spotify dan Starbucks kenapa web platform penting untuk menjangkau pengguna lebih banyak, dan memberikan pengalaman lebih baik bagi pengguna.

Demikian kutipan dari beliau. Dan gw setuju banget sih. Gw nonton presentasi dari seorang manajer Spotify yang mengurusi pertumbuhan pengguna. Dia secara jujur mengaku galau sebelum mengimplementasikan player untuk web mobile. Apliasi mereka udah keren banget, user juga banyak. Kalau mereka bikin semua orang bisa memutar konten mereka di web mobile, akankah penggunaan aplikasi smartphone mereka akan berdampak buruk? Bagus banget sih itu untuk inspirasi para manjer. Seperti cara mereka ambil keputusan dan lain-lain.

Kemudian mas Yohan menjawab “video mana yang harus ditonton?” dengan membagi video-video presentasinya sesuai dengan ketertarikan kita dan aplikasi web apa yang lagi kita bikin. Jadi ada,

  1. Web berbasis konten
  2. Web interaktif

Ini cemerlang sih, jadi mengena banget. Lo lagi ngerjain apa, apa yang bisa langsung lo praktekin atau dapat inspirasi dari presentasinya. Dan yang dirilis ini baru bagian pertama, web berbasis konten.

  1. Progressive content management systems Video dari Alberto ini bisa memberikan bagaimana kita sebagai penyedia konten bisa memberikan pengalaman baik bertahap bila kita menggunakan Content Management System(CMS) dalam mengatur konten kita.

  2. Making web content discoverable Ini yang sempat disebut di artikelnya Kresna mengenai Googlebot. Mas Yohan melihatnya seperti ini, gw kutip

    Google search sebagai salah satu penyumbang trafik terbesar ke penyedia konten belum tentu bisa membaca dan mengindex konten sebuah website. Untuk itu bila kita mengembangkan website dengan teknologi terkini, harus dipastikan agar bisa dibaca oleh Googlebot dengan cara-cara yang dijelaskan di video.

  3. Essentials for fast website Ini mencakup native lazy loading yang disinggung sebelumnya.

  4. Caching strategy deep dive Video ini membahas bagaimana menggunakan service worker dengan cache dengan tepat agar cache justru tidak memperlambat navigasi.

  5. Web packaging dan portals Video ini belum sempat gw tonton, jadi gw serahkan sama mas Yohan untuk menjelaskannya.

    Membuat website tampil cepat bukanlah perkara mudah, terkadang lebih mudah membuat website cepat dari awal ketimbang memperbaiki website yang lambat. AMP project mencoba menutupi gap ini dengan menggaransi website bisa cepat dengan 3 komponen penting AMP yang salah satunya adalah AMP Cache. AMP Cache yang melakukan bundle assets halaman web saat ini cuma bisa digunakan di server Google sehingga URL konten pada saat diakses masih menggunakan domain Google. Namun kedepannya semua website bisa bisa lebih cepat ditampilkan menggunakan web packaging yang bekerja sama seperti AMP Cache. Web packaging sudah bisa dicoba dan lebih detailnya bisa kalian tonton dari video ini.

  6. Building modern web media Materi ini juga belum gw tonton. Jadi gw bacain aja tulisannya mas Yohan ya..

    Video merupakan salah satu konten yang semakin mendominasi jaringan internet saat ini karena ukurannya yang jauh lebih besar dibandingkan konten berbasis teks atau audio. Untuk bisa lebih efisien ditransmisikan melalui internet maka dibuatlah format video baru AV1 khusus untuk web. Bukan cuma format yang ukurannya lebih kecil, tapi juga picture in picture API memungkinkan kita menonton video di web secara bersamaan pada saat kita melakukan browsing konten lainnya.

Itu aja untuk materi-materi yang bakal menarik buat lo semua yang bikin web berbasis konten. Untuk web interaktif, tulisan mas Yohan berikutnya akan dirilis dalam pekan ini. Pekan pertama Desember 2018. Interaktif di sini adalah memerlukan input dari pengguna untuk mendapatkan output yang diinginkan. Contohnya e-commerce, image converter, dan virtual reality.

Kabar yang lain

Buku PWA

Ada buku gratis yang berjudul “Progressive Web Apps The Future of Mobile” yang disusun oleh tim gabungan dari Google, Microsoft & Awwwards. Bisa didownload di situsnya Awwwards. Banyak orang coba menjelaskan apa itu PWA. Gw suka sama yang disebut di halaman download-nya,

PWAs are sites that employ modern technology to deliver native app-like experiences on the web.

PWA adalah situs-situs yang menggunakan teknologi moderen untuk menyajikan nuansa aplikasi natif, di web.

Keren banget nih situsnya. Cuma sayang gw ga bisa dapat informasi Awwwards itu tentang apa.

The awards that recognize the talent and effort of the best web designers, developers and agencies in the world.

A meeting point, where digital design professionals from across the globe find inspiration, impart knowledge and experience, connect, and share constructive, respectful critiques. “Always questioning”, “always evolving”.

Titik temu di mana para profesional desain digital lintas dunia menemukan inspirasi, memberikan pengetahuan & pengalaman, menghubungkan dan membagi-bagi kritikan yang membangun dan penuh rasa hormat. “Selalu mempertanyakan”, “Selalu berevolusi”.

Kabar podcast

Fitur iklan di Anchor

Tempat gw hosting podcast ini, Anchor.fm, baru-baru ini meluncurkan fitur iklan di podcast. Lo bisa baca blog mereka yang menjelaskan fitur ini. Meskipun masih berlaku di Amerika aja, gw pengen terbuka dengan lo semua sama pendapat pribadi gw tentang iklan di podcast ini. Supaya kita dalam pengertian & persepsi yang sama.

Awal gw bikin podcast gw pengen meramaikan ekosistem podcast di Indonesia. Gw berusaha menyajikan manfaat di setiap episodenya. Seiring berjalannya waktu, ada beberapa hal yang harus dikerjakan dan semakin menyita waktu gw. Dan setiap kali keperluan itu bertambah, gw bertanya sama diri gw sendiri. Apa lo mau mengorbankan waktu lo untuk ini? Seberapa lama? Lo tahu kan, seperti apa industri podcast di Indonesia itu? Dan seterusnya, dan seterusnya.

Dari awal gw udah ngerti secara umum podcast di Indonesia dan ga ada harapan gw untuk nyari uang, maksudnya untuk jadi yang sekunder untuk mendukung kehidupan gw. Dan menurut gw sebagian besar podcaster di Amerika pun yang sudah matang ekosistemnya, juga sedikit sekali yang karirnya cuma mengandalkan podcast. Kecuali mungkin network ya, dia punya banyak podcast.

Jadi gimana caranya supaya tetap berjalan? Ya sebagian orang memasang iklan atau minta dukungan dari para pendengarnya melalui patreon. Ini agar waktu yang dipakai untuk menyiapkan episode itu memberikan sedikit kontribusi untuk podcaster nya.

Kalau gw, melihat kenyataan di Indonesia, dari awal berharap akan ada para pendengar yang mau bantuin dan sama-sama ga dibayar, sama-sama punya misi yang besar untuk teman-teman developer. Karena intinya kan waktu yang terbuang untuk mempersiapkan & mempromosikan episode. Bagi gw, selama dasar permasalahannya itu tertangani, itu udah cukup. Cuma ya, tentu ga sesederhana itu. Kualitas harus dijaga, profesionalitas juga.

Itu aja sih yang bisa gw sampaikan untuk saat ini. Bukan keluhan atau apa. Sekedar ngasih tahu di mana posisi & tanggapan gw mengenai periklanan di podcast. Trus sama menanggapi fitur iklan yang baru diluncurkan sama Anchor. Secara pribadi gw belum tertarik sama penawaran mereka. Harapan gw sih ada pihak yang mengerti potensial yang dimiliki sama podcast. Khususnya untuk pasar Indonesia. Dan ada dukungan untuk para podcaster supaya membuat episode yang lebih bagus & profesional.

Rapat warga

Gw pengen banget dapat tanggapan / masukan dari lo semua. Masih belum dapat cara yang tepat yang bikin gw puas untuk dapat tanggapan dari kalian. Kepikiran mo bikin broadcast di Twitter yang nyapa lo semua, jawab pertanyaan yang masuk atau setidaknya dikumpulin dulu. Trus kalo memungkinkan di vote pertanyaannya. Makanya hari Sabtu lalu tanggal 1 Desember gw bikin polling di Twitter nanya waktu yang tepat untuk melakukan itu. Jadi ini masih eksperimental, pre-alpha. Jangan berharap banyak dulu. Justru kasih masukan sebanyak-banyaknya. Yah, dicoba aja dulu. Kalo akhirnya ga dikerjain kita ga akan tahu mana yang cocok buat kita.

Kalo lo tahu hal-hal yang seperti ini, entah itu di Twitter atau Instagram, email / DM gw ya..

Penutup

Baik, itu aja hal-hal yang bisa gw kabari. Jangan lupa telusuri link-link yang dibahas di episode ini. Banyak yang bisa lo pelajari dari Chrome Dev Summit 2018. Bisa lihat di devmuslim.id/episode76.

Pertanyaan, kritikan, saran atau cuma mau kenalan bisa kirim email ke [email protected] atau DM gw langsung di Twitter atau di Instagram dengan akun yang sama, @devmuslimid. Kalau belum ada bahan yang mau disampaikan, lo bisa lihat rundown topik-topik yang insya Allah akan dibahas di podcast ini di Github. Siapa tahu muncul pertanyaan susulan atau kepikiran untuk topik lain, ya kan? Silakan kunjungi https://bit.ly/devmuslimrundown b i t titik l y garis miring d e v m u s l i m r u n d o w n.

Podcast ini bagian dari Product & Development Podcast Community Indonesia. Informasi lebih lanjut bisa ke github.com/pdpcid.

Podcast ini tersedia di Apple Podcast, Google Podcast, dan lain-lain. Lo bisa lihat pilihan2nya di http://anchor.fm/devmuslimid. a n c h o r titik f m garis miring d e v m u s l i m i d. Jangan lupa kasih komentar & rating yang bagus di aplikasi manapun lo dengerin podcast ini. Buktikan kepedulian & dukungan lo untuk podcast ini.

Baik, gw pamit dulu. Sampai di episode developer muslim podcast berikutnya insya Allah.

Berbagi itu Tanda Peduli

Jangan merasakan manfaat episode ini sendirian aja. Ayo sampaikan informasi ini ke teman-teman developer lainnya. Kasih rating & komentar yang bagus di layanan-layanan podcast ini. Saya juga senang sekali dapat tanggapan & komentar di bawah.


Kembali ke: