Seperti yang udah dijanjikan, episode kali ini gw akan jawab pertanyaan-pertanyaan #TanyaDevMuslim di awal Desember 2018 lalu. Bahas sekilas mengenai kecerdasan buatan, tips ngoding & tantangan developer bekerja di dalam vs. luar negeri. Dan yang ga kalah penting, kesan-kesan gw menjalani #TanyaDevMuslim.


Daftar Isi


Dengarkan

Langganan podcast | Ikuti survey pendengar

Segmen

Ada yang terlewat? Silakan komentar di bawah ya.. Jangan lupa berlangganan podcast dan newsletter Developer Muslim. Lihat arsip edisinya di sana. Kalau suka sama pilihan artikel-artikelnya, kenapa ga langganan? :)

Transkrip

Catatan: Apa yang tertera dalam transkrip belum tentu sama persis dengan apa yang saya ucapkan di podcast.

Halo, apa kabar semuanya? Semoga lo baik-baik terlepas dari apapun yang terjadi di media sosial. Gw baru balik dari liburan sebentar. Cuma semalam di Batam. Sekalian ngirim hadiah tagar #TanyaDevMuslim pekan lalu. Selamat untuk Dwi Rianto (@_dwirianto) yang terpilih jadi pemenang. Dan terima kasih untuk lo semua yang uda berpartisipasi. Seperti yang sudah dijanjikan, kali ini gw akan jawab pertanyaan-pertanyaan lo dari tagar #TanyaDevMuslim sama berbagi sedikit pengalaman gw bikin ini.

Makasih udah dengerin. Podcast ini bahas seputar developer, apa yang bikin mereka produktif, berkembang dan peduli sama lingkungan. Cuplikan episode yang udah dirilis, sebagiannya bisa dilihat di instagram.com/devmuslimid.

Jawaban-jawaban dari #TanyaDevMuslim

1. Hani Ramadhan bertanya tentang perspektif dari pengembang perangkat lunak tentang regulasi kecerdasan buatan di Indonesia

Dengan peran pembangunan perangkat lunak yg demikian maju, mengapa seakan2 aspek sosial dan regulasi di Indonesia terkesan memulihkan daripada mencegah/mengedukasi? Bagaimana perspektif dari para pengembang perangkat lunak? Tentu dampak dari kemajuan Kecerdasan Buatan (saya malas dengan jargon industri 4.0) adalah regulasi etika terhadap KB sendiri. Hal ini sudah diusung sebagai riset di luar negeri, kira2 apakah regulasi di Indonesia sudah mampu mengadaptasi hal ini dengan dasar UU ITE?

Jawaban: Makasih udah berpartisipasi. Gw ga terlalu jelas maksudnya “memulihkan” di sini apa. Yang gw tangkap dari sini adalah

  1. Kenapa aspek sosial dan regulasi di Indonesia belum mengedukasi keuntungan-keuntungannya dan mencegah bahaya-bahayanya.
  2. Regulasi UU ITE di Indonesia sudah mampu mengadaptasi kemajuan kecerdasan buatan.

Pertama-tama, gw bukan orang yang ngerti banget di bidang ini. Belum pernah baca UU ITE. Sebagiannya aja belum apalagi keseluruhan. Ini aja udah jadi masalah besar. Sebagai pengembang perangkat lunak, kita sangat berperan dalam menggunakan teknologi dan menyesuaikan dengan etika dan nilai-nilai yang dianut di Indonesia. Gw belum melihat ada komunitas / pergerakan tentang kesadaran ini di Indonesia. Gw sangat senang kalau ada dan pengen tau kegiatan mereka.

Menurut gw, teknologi itu berkembang sangat pesat dan bidang yang paling lama untuk mengadopsi itu sektor finansial, terutama bank, dan sektor pemerintah, baik dari legislatif maupun eksekutifnya. Ini sangat umum terjadi secara global. Kita bisa lihat video tanya jawab Mark Zuckerberg dengan kongres. Dan baru-baru ini Sundar Pichai juga. Contohnya lagi regulasi di negara-negara maju pun dirasa belum cukup dan mampu untuk menanggulangi masalah-masalah sosial di sana.

Gw ga mau lnjut bahas regulasi dan pemerintah karena gw bukan ahlinya dan jawaban gw pasti akan salah. Jadi gw lebih tertarik sama peran kita sebagai pengembang. Ya yang jelas adalah tahu dulu medan yang dihadapi. Jadi jangan cuma cari tahu teknologi terbaru, tapi juga peraturan yang berlaku sama hal-hal yang berkaitan dengan dunia kita. Bikin tulisan mengenai peraturan-peraturan itu, sampaikan pendapat-pendapat kita mengenai itu, atau tulis pertanyaan terbuka aja. Intinya mulai tingkatkan kewaspadaan teman-teman pengembang lainnya akan hal ini. Gw rasa itu udah cukup untuk menyelesaikan masalah yang lebih besar dan akan berdampak positif di kemudian hari.

Tahun ini Tim Berners-Lee bikin proyek namanya Solid untuk mendesentralisasi web. Gw saranin lo untuk lihat visi & misi Inrupt, perusahaan dibalik proyek ini. Baca blog nya dan mulai angkat isu ini di blog-blog kita.

Buat teman-teman yang peduli sama topik ini dan mau membahas lebih lanjut, bisa DM gw, kita bisa kolaborasi untuk bikin rancangan pembahasan di episode tertentu. Gw sangat senang kalo bisa mulai dari yang kecil-kecil dulu, tapi bisa berdampak baik.

2. Irman Freestyle, tips ngoding.

Bagaimana supaya tetap semangat ngoding saat menemukan masalah yg sulit?

Jawaban: Dari yang gw tangkap, masalahnya sulit sampai perlu waktu lebih untuk menyelesaikannya sehingga kendor semangat untuk menyelesaikannya. Jadi minta tips gimana supaya tetap semangat. Kalau memang keadaannya seperti itu. Saya sarankan untuk back off dulu. Alihkan perhatian dan pemikiran ke hal lain dulu. Istirahat. Biasanya jalan-jalan kecil, keluar dari ruangan atau pergi ke tempat lain. Lihat benda-benda yang agak jauh. Kalau gw pribadi dalam 10 menitan gitu biasanya muncul tuh ide-ide solusi masalahnya. Tergantung pengalaman sih. Menurut hemat gw, kita ga boleh curang saat back off ini. Kadang karena terikat sama waktu, saat back off kita masih curi-curi waktu pendek untuk mikirin dan coba analisa pelan-pelan lagi masalahnya. Sah-sah aja, bukannya ga boleh, kalo itu berhasil buat lo ya bagus. Cuma biasanya ide-ide yang ga terpikirkan sebelumnya itu datang saat kita benar-benar ga mikirin sama sekali.

3. Mukti Dwi Jatmoko, agar ngoding menyenangkan

Bagaimana caranya membuat ngoding itu meyenangkan?

Jawaban: Supaya menyenangkan,

  1. lingkungannya juga diusahakan untuk menyenangkan. Mulai dari meja dan sekitarnya. Kasih waktu untuk menata barang dengan baik. Ini beda-beda setiap orang. Ada yang toleran sama area tempat dia koding. Termasuk juga suara di sekitarnya.
  2. editor dan peralatan bantuan lainnya harus baik. Apapun yang bikin kita produktif dan efisien.
  3. punya tujuan yang ingin dicapai. pecah jadi pekerjaan-pekerjaan kecil kemudian fokus kerjakan satu per satu dengan teknik pomodoro. Teknik ini udah sempat dibahas di episode 29. Silakan denger penjelasan lebih lanjut dan lihat catatan episodenya untuk referensi dan software yang bisa membantu. Ada di devmuslim.id/episode29

Kalo lagi keadaan normal, ngoding atau pekerjaan yang lain, yang enak itu yang dikerjakan dengan teknik pomodoro.

4. Dwi Rianto, tantangan terbesar developer di luar negeri dibandingakn di dalam negeri.

Apa tantangan terbesar developer untuk berkreasi di dalam versus di luar bumi pertiwi

Jawaban: Bisa jadi jawaban gw ga terlalu relevan karena terakhir gw kerja di dalam negeri itu tahun 2008. Pada waktu itu keadaannya lumayan jauh berbeda dari sekarang. Dan waktu itu cuma punya pengalaman kerja profesional selama 2 tahun. Dan itupun di perkantoran pemerintah. Jadi harap jangan jadikan jawaban gw sebagai patokan. Jadikan sebagai wawasan aja kali ya..

Tantangan terbesarnya adalah budaya. Kalau kita kerja di dalam negeri, terkadang tuntutan profesionalisme itu kurang. Entah karena di anggap teman, atau apa. Kemudian juga sungkan dalam menyampaikan perbedaan pendapat atau ide baru terutama dengan atasan, atau juga bawahan. Bias budaya juga menjadi tantangan. Sepertinya kalau gw terusin akan jadi topik tersendiri jadi gw kasih link video presentasi di Interaction conference 2018 di Lyon, Perancis. Itu salah satu presentasi favorit banyak orang. Kalo lo punya waktu 30 menit, dan lagi senang sama topik ini, gw sangat menyarankan untuk nonton. “Can being African make you bad at design?”. Walaupun bicara desain, masih bisa dikaitkan dengan dunia development, terutama buat yang bekerja di software house.gw sangat

5. Asrul, cara menolak tawaran perusahaan agar suatu saat kita masih bisa melamar ke perusahaan itu.

Bapak, saya full stack js, lulusan dr hacktiv8 d jkt dan saya skrg sdg belum ingin bekerja ditempat lain (skrg guru smk) tapi tawaran sangat banyak dan menggiurkan. Bagaimana cara menolak yg suatu saat kita masih ingin mengambil tawaran di perusahaan tsb?

Jawaban: Ya jawab aja dengan jujur. Saat ini saya lagi senang mengajar anak-anak SMK agar apa misalnya (sebutkan alasannya). Semoga sukses. Intinya jika ada tawaran, jawablah dengan baik. Jangan mentang-mentang kita lagi ga memerlukan pekerjaan lain atau kurang tertarik sama tawarannya, kita biarkan. Gw juga pernah sih nyuekin email tawaran pekerjaan. Buat yang merasa pernah gw cuekin, maafin gw ya.. Waktu itu gw ga peduli dan merasa terganggu. Terkadang sih tawaran-tawaran ini memang mengganggu, cuma sebisa mungkin balas email mereka. Sampaikan baik-baik.pekerjaan

Tanggapan gw mengenai #TanyaDevMuslim

  1. Tujuan utamanya untuk menggalang tanggapan dari pendengar. Apakah itu masukan / saran, maupun pertanyaan dari lo semua. Gw sadar banget kalau ini juga bagian yang sangat penting. Tanggapan lo semua jadi penyempurna buat kualitas episode podcast ini. Makanya dari awal gw selalu mencari cara untuk menjalin hubungan dengan lo semua. Gw eksplorasi ide-ide yang masih asing buat gw pribadi. Mulai dari DM di Twitter sama sebagian besar follower gw. Ga sedikit yang mengira itu bot. Trus bikin repositori di Github agar rundown bisa lo lihat dan lo bisa nimbrung di sana. Trus sampai bikin tagar #TanyaDevMuslim ini dan akhirnya broadcast di Twitter secara langsung. Semoga ini bisa membuat lo merasa nyaman untuk menyampaikan aspirasi dan kegundahan lo untuk podcast ini. Dan bagi gw, buat apa bikin episode tanpa mendengarkan suara dari lo semua.
  2. Kemarin itu baru dilakukan sekali. Jadi gw sadar kalau masih terlalu dini untuk ambil kesimpulan berhasil atau tidaknya. Gw bersyukur banget bisa ngicipin dan akan melakukannya lagi dengan persiapan yang lebih baik. Mungkin dalam caturwulan ke depan dengan format yang berbeda. Dan ini juga tergantung sama masukan lo semua. Silakan kirim email / DM gw ya..
  3. Pelajaran yang gw ambil dari pengalaman pertama ini:
    1. Ide ini udah lama bercokol di pikiran gw. Pengen dieksekusi, tapi takut ini itu, nanti gimana kalo kejadian begini dan begitu. Di sisi lain tetap pengen karena kayanya asyik. Sampai akhirnya gw pikir sama saat awal-awal bikin podcast ini dulu. “Mulai aja, perbaiki sambil jalan.” Dan benar sih. Mulai dengan apa yang kita bisa dan siap menangani apa yang terjadi nanti.
    2. Dengan mencoba ini gw jadi merasakan langsung dan nantinya bisa menganalisa apa yang seharusnya gw kerjain. Bisa membuat target dan daftar apa yang harus lo imitasikan. Kan kata orang “Fake it until you make it.” Kalau ga punya daftar apa aja yang harus lo fake, seolah-olah lo berpengalaman, gimana mau jalanin prinsip itu sampai berhasil kan?
    3. Pas live ternyata cuma 2 orang yang nonton lumayan agak lama. Gw jadi teringat dengan istilah YAGNI, You Ain’t Gonna Need It. Istilah yang populer di software engineer yang terlalu memikirkan terlalu jauh. Contoh klasiknya adalah saat baru bikin produk sudah memikirkan gimana kalau produk kita dipakai oleh banyak orang. Atau masalah lain yang belum kelihatan di horizon yang belum tentu akan segera kita hadapi dan bisa jadi masalahnya berbeda. Makanya disebutnya, “You Ain’t Gonna Need It”, “Itu ga lo butuhkan.”

Baik, itu aja yang bisa gw sampaikan di episode ini. Semoga bermanfaat. Jangan lupa telusuri link-link yang dibahas. Terutama untuk berita Tim Berners-Lee dan aktivitas beliau seputar pengelolaan data. Terus juga tips ngoding dan video presentasi di Interact 2018 mengenai bias budaya. Semuanya ada di https://devmuslim.id/episode78.

Pertanyaan, kritikan, saran atau cuma mau kenalan bisa kirim email ke [email protected] atau DM gw langsung di Twitter atau di Instagram dengan akun yang sama, @devmuslimid. Kalau belum ada bahan yang mau disampaikan, lo bisa lihat rundown topik-topik yang insya Allah akan dibahas di podcast ini di Github. Siapa tahu muncul pertanyaan susulan atau kepikiran untuk topik lain, ya kan? Silakan kunjungi https://bit.ly/devmuslimrundown b i t titik l y garis miring d e v m u s l i m r u n d o w n.

Podcast ini bagian dari Product & Development Podcast Community Indonesia. Informasi lebih lanjut bisa ke github.com/pdpcid.

Podcast ini tersedia di Apple Podcast, Google Podcast, dan lain-lain. Lo bisa lihat pilihan2nya di http://anchor.fm/devmuslimid. a n c h o r titik f m garis miring d e v m u s l i m i d. Jangan lupa kasih komentar & rating yang bagus di aplikasi manapun lo dengerin podcast ini. Buktikan kepedulian & dukungan lo untuk podcast ini.

Baik, gw pamit dulu. Sampai di episode developer muslim podcast berikutnya insya Allah.

Berbagi itu Tanda Peduli

Jangan merasakan manfaat episode ini sendirian aja. Ayo sampaikan informasi ini ke teman-teman developer lainnya. Kasih rating & komentar yang bagus di layanan-layanan podcast ini. Saya juga senang sekali dapat tanggapan & komentar di bawah.


Kembali ke: