Tiga baris atau seberapapun baris HTML sederhana yang kita ketik, bisa bermanfaat untuk menjaga rutinitas belajar koding dan menjaga mood untuk tetap melakukan kebiasaan kita. Kalau ada perumpamaan yang sesuai untuk podcast, episode ini adalah di antara jenis episode 3 baris HTML itu.


Daftar Isi


Dengarkan

Langganan podcast | Ikuti survey pendengar

Segmen

Ada yang terlewat? Silakan komentar di bawah ya.. Jangan lupa berlangganan podcast dan newsletter Developer Muslim. Lihat arsip edisinya di sana. Kalau suka sama pilihan artikel-artikelnya, kenapa ga langganan? :)

Transkrip

Catatan: Apa yang tertera dalam transkrip belum tentu sama persis dengan apa yang saya ucapkan di podcast.

Halo, apa kabar? Semoga lo semua dalam keadaan baik. Maaf lagi, agak telat rilis episodenya. Lagi agak tersendat proses bikin episodenya. Kali ini jujur belum ada bahan yang bisa gw goreng, hehehe… Jadi gw mau curhat aja mengenai podcast. Ya sebenarnya sama sekali bukan sekedar mau cuap-cuap yang penting rilis nih episode pekan ini, tapi juga emang pengen ngomong dari hati ke hati nih sama pendengar gw.

Makasih udah dengerin. Podcast ini bahas seputar developer, apa yang bikin mereka produktif, berkembang dan peduli sama lingkungan. Err, kecuali mungkin episode kali ini. hehehe.. Ya gw masih anggap ini masih sejalur sama premis itu, cuma mungkin ga secara langsung. Cuplikan episode yang udah dirilis, sebagiannya bisa dilihat di instagram.com/devmuslimid.

Oh iya ngomong-ngomong soal Instagram, gw agak merasa takjub beneran. Soalnya terakhir di update itu sekitar bulan November dan itu cuma post berapa, tapi follower-nya itu 250an. Coba bandingin sama Twitter. Bujug dah.. untuk sampai ke titik 250 folllower itu perjuangan & pengorbananya.. ampun-ampunan. Tapi terbayarkan sih dan gw lebih senang di Twitter dari pada di Instagram karena Twitter lebih enak untuk percakapan dan udah lumayan terbiasa.

Baik, kembali ke Instagram. Maaf gw belum bisa optimalin pemakaiannya. Walaupun begitu gw tetap pantau kalau ada yang DM. Jadi kalau mau japri, masih terbuka. Satu hal lagi yang bisa gw ambil dari fenomena pertumbuhan follower gw di Instagram. Penyebabnya bisa jadi algoritmanya lebih baik dari Twitter dalam menghubungkan & merekomendasikan orang, akun mana yang sebaiknya di follow. Kemungkinan sebab yang lainnya adalah akun Instagram gw selalu disebut di awal podcast, walaupun isinya belum banyak. Apapun sebabnya, itu potensial yang belum bisa gw manfaatkan karena lebih fokus ke pembuatan episode. Kalau gw sebagai pendengar podcast, gw lebih milih preview episode di Instagram lebih sedikit dari pada episodenya mandek ya ga sih..?

Sebagai pendengar, gw selalu menanti-nanti episode terbaru dari podcast yang biasa gw dengerin. Sesebentar apapun beneran. Malah terkadang gw memaklumi meskipun episodenya ga sebagus biasanya. Ya walaupun kalo terlalu sering ga bagusnya, pada akhirnya gw akan tinggalin tuh podcast. Jadi sebagai podcaster, gw ga mau merusak rutinitas rilis episode podcast. Beberapa hari ini gw selalu bertanya-tanya, Pada pekan inikah rutinitas itu akan terputus? “Don’t break the chain.” jadi pesan penyemangat gw. Shout out to Anugrah Ramadhan, podcaster Dekadensi otak yang singgung soal ini. Gw undang beliau untuk cerita semangatnya belajar koding di episode 84. Lo harus dengerin tuh episode. Jadi tiap hari dia selalu ngoding dan berusaha untuk jangan putusin rantai kebiasaan ngoding itu bagaimanapun keadaannya. Sampai suatu hari dia pernah cuman nulis beberapa baris HTML. Dan mungkin buat gw, episode ini lah beberapa baris HTML itu, hahaha…

OK, gpp. Tapi gw mau bikin beberapa baris HTML ini berpengaruh dan pantas untuk kita semua. Hidup ga selalu berjalan mulus – wo elah mulai deh lebhaynya – episode ini hal yang bisa lo ambil mungkin ga sebanyak dari biasanya. Tapi coba kita hadapi agar ga lebih buruk lagi ke depannya. Sekarang kan lo pada tahu nih, gimana episode akan berakhir kalau belum terkonsep dengan baik. Ya kaya episode ini nih. Nah, kalau berkenan nih ya, gw pengen ajak lo semua nih untuk menjaga agar podcast ini tetap enak didengerin. Sekecil apapun, insya Allah itu akan berharga banget buat podcast ini.

Jadi apa saja yang bisa lo lakukan untuk berkontribusi balik untuk teman-teman developer setanah air?

  1. Cukup dengan bertanya. Ini harusnya hal yang paling mudah karena ya apapun yang muncul dalam benak lo saat dengerin episode, ga harus di podcast ini, tapi di podcast lain ataupun tulisan yang lo baca misalnya. Ya pokoknya tanyakan aja. Kalau itu dari episode podcast ini, topiknya jadi berkembang & gw jadi tahu gimana reaksi dari lo semua.
  2. Kasih pendapat atau tanggapan lo sama episode yang udah pernah dibahas.
  3. Usul untuk bahas topik tertentu. Bisa dari masalah yang lagi lo hadapi, atau hal yang baru lo capai dan lo mau berbagi dari sana. Atau kalau belum kepikiran, bisa lihat Rundown yang udah gw bikin tapi belum kesampaian dibahas.

Ya pokoknya apapun deh, selama masih ranah developer, lo bisa sampaikan melalui email ke [email protected] atau kalau sehari-hari pakai media sosial, lo bisa langsung DM ke Twitter atau Instagram, username-nya @devmuslimid. Itu gw sendiri yang langsung pegang. Insya Allah akan gw tanggapi.

Dulu gw pernah nanya ke salah satu narasumber gimana meningkatkan keterlibatan & interaksi sama pendengar. Beliau nyaranin untuk bahas yang kontroversial. Wah kalau itu gw pribadi belum punya keahlian menangani situasi yang kayak begitu. Dan semoga gw ga kehabisan cara lah untuk mencapai tujuan itu. Tagar #TanyaDevmuslim sebenarnya udah lumayan sih. OK deh mungkin bisa mulai dikembangin dari sana.

Baik, itu aja yang mau gw sampaikan di episode kali ini. Inilah 3 baris HTML gw, semoga ga parah-parah amat ya.. Intinya sih gw masih semangat untuk bikin episode karena tujuan gw bikin podcast ini adalah supaya meramaikan iklim podcast di Indonesia, supaya teman-teman developer Indonesia punya media informasi yang bermanfaat dan buat gw pribadi bisa kenalan sama banyak orang-orang keren, hehehe. Jadi masih semangat, cuma akan lebih baik kalau episodenya sudah punya konsep yang jelas dan itu perlu pemikiran dan waktu khusus. Udah ada beberapa topik yang dirancang dan ditawarkan ke narasumber, cuma prosesnya lagi agak tersendat. Ya sabar aja dan tetap dengerin terus podcastnya.

Kalau mau bantu, lo bisa kirim pertanyaan, tanggapan, usulan atau bentuk bantuan lainnya. Sekecil apapun itu akan sangat gw hargai dan gw abadikan di episode. Silakan kirim email ke [email protected] atau DM gw langsung di Twitter atau di Instagram dengan akun yang sama, @devmuslimid. Seperti yang sempat gw singgung sebelumnya, kalau belum ada bahan yang mau disampaikan, lo bisa lihat rundown topik-topik yang insya Allah akan dibahas di podcast ini di Github. Silakan kunjungi https://bit.ly/devmuslimrundown b i t titik l y garis miring d e v m u s l i m r u n d o w n.

Podcast ini bagian dari Product & Development Podcast Community Indonesia. Informasi lebih lanjut bisa ke github.com/pdpcid. Kita lagi perlu banyak bantuan untuk mengembangkan komunitas ini. Kalo lo peduli dan pengen banget lebih banyak lagi konten podcast seperti ini untuk teman-teman sejawat di Indonesia, silakan hubungi gw.

Podcast ini tersedia di Apple Podcast, Google Podcast, dan lain-lain. Lo bisa lihat pilihan2nya di http://anchor.fm/devmuslimid. a n c h o r titik f m garis miring d e v m u s l i m i d. Jangan lupa kasih komentar & rating yang bagus di aplikasi manapun lo dengerin podcast ini. Buktikan kepedulian & dukungan lo untuk podcast ini.

Baik, gw pamit dulu. Sampai di episode developer muslim podcast berikutnya insya Allah.

Berbagi itu Tanda Peduli

Jangan merasakan manfaat episode ini sendirian aja. Ayo sampaikan informasi ini ke teman-teman developer lainnya. Kasih rating & komentar yang bagus di layanan-layanan podcast ini. Saya juga senang sekali dapat tanggapan & komentar di bawah.


Kembali ke: