Episode kali ini gw akan jawab pertanyaan-pertanyaan #TanyaDevMuslim di pekan ketiga Maret 2019 yang mencakup prinsip SOLID dalam OOP, memilih antara baca buku dengan dokumentasi, berpacu dengan teknologi dan masih banyak lagi.

Selamat untuk Mukti Dwi Jatmoko yang terpilih untuk jadi pemenang #TanyaDevMuslim kali ini. Insya Allah hadiahnya akan segera dikirim. Dan terima kasih untuk lo semua yang uda berpartisipasi.


Daftar Isi


Dengarkan

Langganan podcast | Ikuti survey pendengar

Segmen

Ada yang terlewat? Silakan komentar di bawah ya.. Jangan lupa berlangganan podcast dan newsletter Developer Muslim. Lihat arsip edisinya di sana. Kalau suka sama pilihan artikel-artikelnya, kenapa ga langganan? :)

Transkrip

Catatan: Apa yang tertera dalam transkrip belum tentu sama persis dengan apa yang saya ucapkan di podcast.

Halo, apa kabar semuanya? Alhamdulillah gw baik-baik. Baru balik dari Jakarta. Penggunaan hp langsung meningkat 15%, dari 3 jam-an (hampir 4 jam) sampai 5 jam lebih dikit. Tapi masih bertahan bisa rilis episode.

Buat lo yang baru bergabung, gw ucapin selamat datang. Makasih udah dengerin. Podcast ini bahas seputar developer, apa yang bikin mereka produktif, berkembang dan peduli sama lingkungan. Cuplikan episode yang udah dirilis, sebagiannya bisa dilihat di instagram.com/devmuslimid.

Selamat untuk Mukti Dwi Jatmoko yang terpilih untuk jadi pemenang #TanyaDevMuslim kali ini. Insya Allah hadiahnya akan segera dikirim. Dan terima kasih untuk lo semua yang uda berpartisipasi. Kali ini gw akan jawab pertanyaan-pertanyaan lo.

Jawaban-jawaban dari #TanyaDevMuslim

1. @_dwirianto bertanya pilihan mendingan dibayar per jam, per minggu atau per proyek

A random stranger would like to #TanyaDevMuslim Seandainya ada 3 pilihan, dibayar per jam, dibayar per minggu, dibayar per proyek, pilih yang mana? @_dwirianto

Jawaban: Pertanyaannya menarik banget. Yang paling enak sih ya jelas dibayar per jam lah ya..! Cuma kita harus bisa memberikan alasan kenapa jasa kita patut untuk dihargai segitu dan dibayar per jam terlepas dalam jam itu waktunya produktif atau ga. Tergantung dari nilainya juga, untuk per jam, kalau nilainya secara rasional tidak tinggi, ya wajar aja. Kalau tinggi, biasanya itu developer super yang banyak pengalamannya, bisa kasih solusi efisien dan hal-hal keren lainnya.

Sebenarnya ketiga pilihan itu juga kita harus merasionalkan antara hak dan kewajiban tugasnya. Kalau semua aspek seperti upah, kompensasi dan lain-lainnya OK, maksudnya pilihan ini hanya sebatas waktu pembayaran, ya gw akan milih dibayar per minggu sih. Ya karena kayanya di tengah-tengah.

Semoga menjawab.

2. Mukti Dwi Jatmoko (@mukti_dj) minta pendapat tentang “baru belajar sesuatu belum tuntas tapi mau coba yang lain”

Frontend itu perkembanganya luar biasa. Contoh di JS banyak sekali framework yg bermunculan atau teknologi seperti webpack, babel, dll bermunculan. Bagaimana pendapat tentang “baru belajar ini belum tuntas tapi mau coba yg lain” ? #TanyaDevMuslim @mukti_dj

Jawaban: Bagus ni pertanyaannya. Karena saking banyaknya library atau framework, sering banget web developer menghadapi hal-hal seperti ini. Walaupun kayanya perkembangan jumlah framework ga sepesat & seagresif dulu, tapi gw rasa ada aja library atau suatu teknologi / metodologi / pendekatan yang baru dengan kegunaan yang lebih baik. Atau mungkin radar gw aja yang mulai redup hehehe. Ya apapun itu, menurut gw tren seperti ini ga akan hilang dalam waktu dekat.

Secara umum belajar yang belum tuntas dan sudah mau coba yang lain itu ga baik. Segala hal yang dilakukan setengah-setengah / ga tuntas itu kan ga bagus. Apa yang lo pelajari itu akan memudar kalau ga dilanjutkan di lain waktu. Lo bisa dengerin episode 53 saat gw ngobrol bareng Ariaseta. Beliau menekankan gimana pentingnya menyelesaikan belajar sesuatu. Bahkan ga cuma selesai, tapi juga harus sampai bikin beberapa tutorial dan ngajar kalo ga salah. Gw agak lupa, silakan lo dengerin lagi episodenya devmuslim.id/episode53.

Meskipun lo takut ketinggalan sama teman-teman developer lain yang udah belajar ini itu, lo tetap harus menyelesaikan apa yang lagi lo pelajari. Jangan terpengaruh sama orang, teknologi yang baru muncul atau mulai naik daun. Ini juga yang jadi saran Riza Fahmi di episode 54 pas kita bahas topik FOMO (Fear of Missing Out). Silakan dengerin lagi area mana lo harus serius menanganinya, dan di bagian mana lo ga perlu khawatir.

Baik, kembali ke pertanyaan, jawaban gw ini baru secara umum. Semuanya dikembalikan ke masing-masing kita. Kalau keadaan kita perlu belajar sesuatu karena keperluan kantor, atau perlu menyelesaikan masalah yang cukup unik dan bisa diselesaikan dengan baik dengan library yang belum kita kuasai, ya mau ga mau harus berhenti apa yang lagi kita pelajari dan pindah ke library tadi.

Apapun itu, lo harus bikin alasannya. Validasi dengan beberapa poin dan dokumentasikan itu. Ga harus keren-keren 1 - 2 poin aja cukup. Kalau tiap kali pindah atau akan belajar baru, kita akan lihat catatan itu dan bisa memberikan masukan yang sangat bernilai buat kita sendiri & orang lain.

Udah lumayan panjang jawabannya. Intinya secara umum pindah belajar lain sebelum selesai belajar / nyobain library itu ga bagus. Cuma dikembalikan ke kondisi kita masing-masing. Intinya validasi aja apapun keputusan kita itu dan dokumentasikan. Dan bisa gw tambahkan, untuk alasan seperti ini, makanya hindari merendahkan orang lain yang belum belajar library yang lagi naik daun, atau masih pakai library jadul.

3. Handoyono (@handoyono11) minta saran gimana baca buku yang baik dan memilah dengan baca dokumentasi ngulik-ngulik kode yang terasa lebih menarik.

Mas, sering baca buku tidak?.. seberapa lama sih baca bukunya? Mohon saran, kadang baca dokumentasi ngulik-ngulik kode itu lebih menarik daripada baca buku lain…. Gimana dong? #TanyaDevMuslim makasih @handoyono11

Jawaban: Hehehe… Saya termasuk orang yang jarang baca buku. Kalau bisa didengarkan, saya lebih memilih itu. Sayangnya untuk buku-buku teknis, ga akan ada audiobook nya. Karena bandingannya baca dokumentasi ngulik kode, gw asumsikan baca bukunya baca buku teknis ya..

Baik, menurut gw buku teknis dan dokumentasi itu berbeda dari tujuan dan materinya. Buku itu cenderung untuk belajar dari tingkat level pemahaman tertentu hingga level yang lebih dalam. Ini membantu pengertian kita kenapa sesuatu itu diimplementasikan dengan cara tertentu dan mengungkap rahasia dibalik keajaiban suatu teknologi dengan secara menyeluruh dengan konteks-konteksnya.

Sementara kalau dokumentasi itu sebatas gimana menggunakan teknologinya yang mungkin mengekspos potensi-potensi keren yang bisa dilakukan dengan teknologi itu. Dan memang biasanya begitu baca itu, kita terinspirasi untuk bikin macam-macam di benak kita.

Jadi ya terserah aja mau baca yang mana. Disesuaikan dengan kebutuhan kita aja. Kalau mau coba pakai library ya baca dokumentasi. Terus kalau udah semakin menarik dan mau kita dalami, ya baca buku mengenai itu supaya belajar ulang hal-hal yang udah kita ketahui, tapi kita bisa tahu hal-hal kecil tambahan mengenai itu. Dan itu nilai lebih dan kadang kita ga tahu kapan informasi ini akan sangat berharga nantinya.

Pesan tambahan dari gw, kalau udah belajar sesuatu dari internet dan bukan dari buku, udah bikin beberapa proyek dari teknologi itu, jangan merasa udah jago, apalagi merasa puas dan ga butuh untuk baca buku mengenai teknologi itu. Kenapa? Ya karena untuk ilmu yang kecil-kecil itu tadi.

4. @frozencerebrum nanya seberapa penting prinsip SOLID buat mahasiswa ilmu komputer

TanyaDevMuslim seberapa penting SOLID principle bagi mahasiswa ilmu komputer dan apakah di dunia kerja itu diterapkan dengan baik atau tidak? @frozencerebrum

Jawaban: Beuh, pertanyaannya berbobot nih. Gw ga inget kalo gw pernah dapat prinsip SOLID mungkin karena waktu itu kuliahnya jurusan sistem informatika dan sudah belasan tahun lalu. Baik, apa sih prinsip SOLID itu?

Kayanya bukan tempatnya gw menjelaskan lebih dalam mengenai prinsip SOLID ini. Tapi gw sangat menyarankan buat semua developer atau programer untuk baca lebih lanjut mengenai prinsip ini. Karena prinsip ini erat banget dengan OOP (object-oriented programming). Trus juga OOP masih banyak dipakai dan menurut gw ga akan hilang dalam waktu dekat. Karena OOP itu mengabstraksikan obyek yang akan kita program, jadi gw belum melihat itu akan segera tergantikan.

Jadi berdasarkan apa yang gw bilang barusan, ya udah ketebak jawabannya seberapa penting prinsip ini. Penting banget. Nanti gw masukin blog yang lumayan menjelaskan prinsip ini secara singkat. Trus kalo bisa lo lihat beberapa PDF yang ada di rujukan halaman Wikipedia untuk prinsip SOLID ini.

Apakah di dunia kerja itu diterapkan dengan baik / tidak? Sejauh pengalaman gw kerja, sepertinya kurang diterapkan dengan baik. Karena banyak developer yang tidak mendapatkan prinsip ini melalui jalur-jalur pendidikan non formal.

5. Firman Qodry (@frmnqdr) minta tips buat developer yang mulai bosen dengan kerja kantoran padahal pengalaman kerja baru 5 tahunan.

Malem mas dida, mau ikutan #TanyaDevMuslim . Apa tips buat developer yg mulai ngerasa bosan dengan kerja kantoran? Padahal pengalaman kerja baru masuk tahun ke-6 @frmnqdr

Jawaban: Pertanyaan bagus mas Firman. Kadang kita merasa bosan sama pekerjaan yang berulang dan ga terlalu banyak variasi. Untungnya sebagai developer kita bisa lihat banyak hal yang baru dan menarik di bidang yang kita geluti. Entah itu mobile, web atau sistem backend. Dan semuanya itu sangat mudah untuk kita coba dan pelajari.

Nah, dari sini kita bisa bikin proyek sampingan untuk mempraktikkan teknologi itu. Kalau udah lumayan bisa membuat sesuatu, kita bisa mengajukan ke kantor untuk mengadopsi teknologi itu dan jelaskan manfaat yang bisa kantor dapatkan dari sana. Atau berbagi melalui tulisan maupun presentasi.

Semua ini akan membantu mengatasi kebosanan di kantor. Setidaknya mengurangi karena kita tetap punya sesuatu yang menarik yang kita kerjakan. Dan itu tetap menambah pengalaman kita. Kalau masih bosan dan ingin pindah, ya silakan aja.


Baik, itu aja yang bisa gw sampaikan di episode ini. Semoga bermanfaat. Jangan lupa telusuri link-link yang dibahas. Semuanya ada di https://devmuslim.id/episode92.

Pertanyaan, kritikan, saran atau cuma mau kenalan bisa kirim email ke [email protected] atau DM gw langsung di Twitter atau di Instagram dengan akun yang sama, @devmuslimid. Kalau belum ada bahan yang mau disampaikan, lo bisa lihat rundown topik-topik yang insya Allah akan dibahas di podcast ini di Github. Siapa tahu muncul pertanyaan susulan atau kepikiran untuk topik lain, ya kan? Silakan kunjungi https://bit.ly/devmuslimrundown b i t titik l y garis miring d e v m u s l i m r u n d o w n.

Podcast ini bagian dari Product & Development Podcast Community Indonesia. Informasi lebih lanjut bisa ke github.com/pdpcid.

Podcast ini tersedia di Apple Podcast, Google Podcast, dan lain-lain. Lo bisa lihat pilihan2nya di http://anchor.fm/devmuslimid. a n c h o r titik f m garis miring d e v m u s l i m i d. Jangan lupa kasih komentar & rating yang bagus di aplikasi manapun lo dengerin podcast ini. Buktikan kepedulian & dukungan lo untuk podcast ini.

Baik, gw pamit dulu. Sampai di episode developer muslim podcast berikutnya insya Allah.

Berbagi itu Tanda Peduli

Jangan merasakan manfaat episode ini sendirian aja. Ayo sampaikan informasi ini ke teman-teman developer lainnya. Kasih rating & komentar yang bagus di layanan-layanan podcast ini. Saya juga senang sekali dapat tanggapan & komentar di bawah.


Kembali ke: