Kali ini gw ngobrol bareng Moch Lutfi mengenai tugas & pekerjaannya sebagai Developer Experience Engineer di Bukalapak. Mulai dari munculnya keperluan perusahaan akan peran DX Engineer, cakupan pekerjaannya, profil developer seperti apa yang cocok sampai kesan-kesannya mengemban jabatan itu.


Daftar Isi

Dengarkan

Langganan podcast | Ikuti survey pendengar

Ada yang terlewat? Silakan komentar di bawah ya.. Jangan lupa berlangganan podcast dan newsletter Developer Muslim. Lihat arsip edisinya di sana. Kalau suka sama pilihan artikel-artikelnya, kenapa ga langganan? :)

Transkrip

Catatan: Apa yang tertera dalam transkrip belum tentu sama persis dengan apa yang saya ucapkan di podcast.

Halo-halo, apa kabar semuanya? Maaf banget udah 2 pekan ga rilis episode. Tapi alhamdulillah gw baik-baik, masih semangat bikin episode dan menyapa lo semua. Semoga ke depannya bisa lebih baik lagi, aamiin.

Makasih buat lo yang udah setia dengerin dan yang baru bergabung. Podcast ini bahas seputar developer, apa yang bikin mereka produktif, berkembang dan peduli sama lingkungan.

Beberapa bulan lalu gw ketemu seseorang di acara teknologi dan pas nanya kerjaan dan jabatannya ternyata menarik dan sesuatu yang baru buat gw. Bisa nebak ga kira-kira jabatannya apa? Ya bisa lah, orang ada di judul episodenya.. Ya, nama jabatannya Developer Experience Engineer, yang disingkat jadi DX Engineer. Wah, keren & menarik kan buat cari tahu lebih dalam mengenai jabatan ini? Langsung aja deh dengerin obrolannya. Semoga bermanfaat.


Wawancara


Baik, itu tadi obrolan gw bareng Moch Lutfi. Semoga menambah wawasan, inspirasi dan bermanfaat buat kita semua. Yang gw dapat dari obrolan ini adalah:

  1. Gw beneran ga nyangka kalau cakupan yang ditangani sama DX Engineer itu dokumentasi. Ya kalau dipikir-pikir memang wajar banget. Dan gw rasa untuk urusan dokumentasi, itu tanggungjawab kita bersama, jangan sepenuhnya menyerahkan ke DX Engineer, QA atau pihak manapun. Sesuai dengan semangat mencatat sebanyak mungkin pengetahuan yang masuk ke kita, jadi begitu kita pakai tool atau bersentuhan dengan proyek tertentu, kita bisa bantu update README-nya.
  2. Kerjaan DX Engineer itu bisa menyenangkan karena bisa terpapar dengan berbagai macam teknologi, meskipun perusahaannya mengerjakan produk sendiri. Juga bisa sekaligus membosankan pada kasus tertentu.
  3. Jika berminat menjadi DX Engineer, belum ada cara yang baku, cuman berusahalah menjadi bermanfaat buat teman-teman developer lain. Berkontribusi ke proyek open source juga di antaranya.

Oh iya, sekedar ngingetin kalau yang diceritakan Moch Lutfi ini sekedar pengalaman, karena tugas-tugas DX Engineer itu lumayan luas, jadi dinamika di tempat lain mungkin banget berbeda sesuai dengan apa yang bekerja & cocok buat mereka.

Link-link yang kita bahas di episode ini ada di devmuslim.id/episode103. Silakan kunjungi kalau ingin menelusuri lebih lanjut.

Kalau lo suka dengan apa yang disajikan di podcast ini, setidaknya lo bisa bantu kasih rating yang bagus di manapun lo dengerin podcast ini, terutama di Apple Podcast & Google Podcast. Gw juga mulai mengumpulkan dana untuk mengupah editor supaya beban gw lebih ringan. Lo bisa ke anchor.fm/devmuslimid untuk mendukung operasional podcast dengan memberikan donasi bulanan mulai dari $1, $5 & $10. Apapun atau berapapun, itu akan sangat berarti buat podcast ini dan para pendengar sekalian di tanah air kita tercinta. Buktikan kepedulian & dukungan lo untuk podcast ini.

Pertanyaan, kritikan, saran atau mau nawarin bantuan lainnya bisa kirim email ke [email protected] atau DM gw langsung di Twitter atau di Instagram dengan akun yang sama, @devmuslimid.

Podcast ini bagian dari Product & Development Podcast Community Indonesia. Informasi lebih lanjut bisa ke github.com/pdpcid.

Baik, gw pamit dulu. Sampai di episode developer muslim podcast berikutnya insya Allah.

Berbagi itu Tanda Peduli

Jangan merasakan manfaat episode ini sendirian aja. Ayo sampaikan informasi ini ke teman-teman developer lainnya. Kasih rating & komentar yang bagus di layanan-layanan podcast ini. Saya juga senang sekali dapat tanggapan & komentar di bawah.


Kembali ke: