Developer Muslim

112 Jadi Developer Dengan Menamatkan #100DaysOfCode bareng Eri Hariono

Seberapa sering rencana kamu untuk menguasai suatu topik di waktu luang, berakhir gagal karena “sesuatu dan lain hal”? Pernahkah terbesit saat melihat kembali ke masa awal pandemi, “wah, udah sekian bulan sering di rumah, harusnya saya bisa menguasai X”? Mempelajari & menguasai sesuatu itu perlu ketekunan dan konsistensi yang benar-benar bagus. Dengerin obrolan saya bersama Eri Hariono, seseorang yang berlatarbelakang pendidikan hukum, yang cerita perjuangannya bagaimana mengatur waktu, tetap termotivasi dan gigih hingga akhirnya menyelesaikan tantangan #100DaysOfCode.


Daftar Isi


Dengarkan

Langganan podcast | Ikuti survey pendengar

Segmen

  • 00:00:12 Sapa pendengar & #ayoDonorDarah
  • 00:02:16 Tentang #100DaysOfCode & teaser obrolan bareng Eri Hariono
  • 00:06:38 Kenalan dengan Eri Hariono
  • 00:08:40 Awal mula niat ingin belajar
  • 00:14:14 Tantangan #100DaysOfCode & gimana memulainya
  • 00:17:22 Layanan-layanan untuk membantu pemula
  • 00:20:41 Pengalaman Eri menjalani #100DaysOfCode
  • 00:24:26 Rintangan & apa saja yang bisa membantu mengatasinya dalam menyelesaikan #100DaysOfCode
  • 00:27:36 Pentingnya motivasi & tujuan
  • 00:32:50 shiny object syndrome & mind mapping
  • 00:34:55 Yang dirasakan saat menyelesaikan #100DaysOfCode
  • 00:38:31 Yang ditelusuri & tantangan Eri ke depan
  • 00:42:51 Pesan-pesan penutup

Ada yang terlewat? Silakan komentar di bawah ya.. Jangan lupa berlangganan podcast.

Catatan Tambahan dari Eri Hariono

Berikut kumpulan link tambahan. Artikel dan referensi lengkap belajar coding untuk menjadi Web Developer atau Full Stack JavaScript akan diposting oleh Eri Hariono di komunitas @CodeIsFun di Telegram Messenger.

Aturan praktis (rule of thumb)

Mind mapping Eri untuk orang yang ingin menjadi developer

Mind mapping Eri untuk orang yang ingin menjadi developer

Konsep dasar pemrograman

How to Read All Code di YouTube.

Untuk pemula

Transkrip

Catatan: Apa yang tertera dalam transkrip belum tentu sama persis dengan apa yang saya ucapkan di podcast.

Halo-halo semuanya! Apa kabar? Senang sekali bisa menyapa lo semua lagi. Semoga kabar lo baik-baik, sehat, tetap bersabar & tangguh melewati pandemi ini ditambah berita-berita lucu sedih. Alhamdulillah gw baik-baik, sehat semuanya.

Belum lama ini gw dengerin podcast Relatif Perspektif yang dibawakan oleh dr. Shella Putri Sundawa, khususnya di episode 33 yang membahas langkanya stok darah di PMI. Keadaan ini cukup mengkhawatirkan dan gw saranin untuk cari tahu gimana lo bisa donor darah dengan aman sesuai dengan protokol kesehatan yang bagus di PMI terdekat. Narasumber di episode itu dari PMI pusat dan beliau sudah menjamin bahwa untuk 5 wilayah Jakarta, utara, timur, selatan, barat & pusat itu aman untuk berdonor. Gw yakin PMI di kota-kota lain juga begitu. Supaya lebih meyakinkan, lo cari tahu dulu aja. Informasi lebih lanjut gw saranin lo dengerin episodenya, link gw masukin di catatan episode.

Selama pandemi ini, orang-orang yang bisa bekerja dari rumah tentunya jadi dapat waktu ekstra yang cukup besar, karena hemat waktu perjalanan ke tempat kerja dan juga mungkin saat makan siang. Setidaknya itu teorinya. Tapi berapa banyak orang yang masih kesulitan untuk belajar sesuatu? Gw salah satunya. Beneran! Maksudnya meskipun belajar sesuatu yang ga terlalu jauh dari background kita, misalnya belajar bahasa program baru, tetap aja ga semudah yang dibayangkan. Kalau ga punya strategi & kemauan yang keras, ga akan sukses.

Nah, tahun lalu gw nemu tweet-nya mbak Eri yang baru menyelesaikan tantangan #100DaysOfCode dan alhamdulillah beliau bersedia berbagi pengalamannya.

Buat yang belum tahu, #100DaysOfCode adalah tantangan terbuka untuk ngoding selama 1 jam setiap hari selama 100 hari. Selain itu, aturan utamanya adalah lo harus tweet perkembangan ini setiap hari dengan hashtag #100DaysOfCode.

Menurut gw, tantangan ini lumayan berat meskipun buat developer. Sementara mbak Eri ini ga punya latarbelakang pemrograman atau dari ilmu eksakta. Gw bisa bayangin gimana susahnya merubah paradigma orang untuk mengerti konsep-konsep pemrograman. Belum lama ini gw sama istri, yang lulusan fakultas Teknik, belajar machine learning bareng. Waktu itu kita menelusuri dasar algoritma K-nearest neighbors dan istri gw agak kesulitan melihat rumusnya. Dia bilang, “Nah, sekarang kalau k = 2 atau 3 gimana?” Maksudnya dia melihat ini sebagai kasus per kasus. Padahal kalau itu dipandang sebagai top 10 atau top 5, itu akan lebih mudah untuk dipahami. Intinya adalah gimana cara pandang seseorang dari latarbelakang tertentu bisa dengan mudah bikin patah semangat untuk terus belajar secara mandiri.

Jadi bisa dibayangkan beratnya tantangan ini buat mbak Eri. Nah, yang menarik adalah, banyak hal-hal yang beliau kerjakan itu menurut gw masuk dalam daftar cara-cara yang terbaik dalam belajar hal yang baru. Mulai dari mencari berbagai macam sumber, ikut komunitas, ngerjain kuis masalah dan lain-lain. Semuanya ini dilakukan setelah beliau mengerjakan riset yang cukup detil. Pokoknya bener-bener luar biasa dan lo harus dengerin pengalamannya ini karena banyak tips dan sumber alternatif untuk belajar.

Baik, ini dia obrolannya. Selamat mendengarkan!


Wawancara


Baik, itu tadi insight dan tips yang banyak dari pengalaman mbak Eri Hariono, Chief Strategic Officer & Co-Founder Aldana MarCom. Benar-benar luar biasa! Semoga bisa jadi inspirasi & motivasi untuk kita semua. Dan inget, belajar sesuatu yang baru bisa memperlambat penuaan.

Link-link yang kita bahas di episode ini bisa dilihat di devmuslim.id/episode112. Mbak Eri juga berbaik hati untuk berbagi kumpulan link sumber-sumber belajar untuk pemula. Silakan kunjungi kalau ingin menelusuri lebih lanjut.

Kalau lo suka dengan apa yang disajikan di podcast ini, setidaknya lo bisa bantu kasih rating yang bagus di manapun lo dengerin podcast ini, terutama di Apple Podcast & Google Podcast. Lo bisa ke anchor.fm/devmuslimid untuk mendukung operasional podcast dengan memberikan donasi bulanan mulai dari $1. Buktikan kepedulian & dukungan lo untuk podcast ini.

Terima kasih secara khusus gw sampaikan untuk mas Wibawa, selaku editor.

Pertanyaan, kritikan, saran atau mau nawarin bantuan lainnya bisa kirim email ke [email protected] atau DM gw langsung di Twitter atau di Instagram dengan akun yang sama, @devmuslimid.

Baik, gw pamit dulu. Sampai di episode developer muslim podcast berikutnya insya Allah.

Berbagi itu Tanda Peduli

Jangan merasakan manfaat episode ini sendirian aja. Ayo sampaikan informasi ini ke teman-teman developer lainnya. Kasih rating & komentar yang bagus di layanan-layanan podcast ini. Saya juga senang sekali dapat tanggapan & komentar di bawah.


Kembali ke:

Menu